HARUSNYA TIDAK ADA UNSUR MUSRIK DI “NGARUNGRING” (artikel 4)

Posted: 6 November 2008 in ARTIKEL
Tag:,

telah di posting di <suklowor.blogspot.com> tanggal 28 Juli 2008

HARUSNYA TIDAK ADA UNSUR MUSRIK DI “NGARUNGRING”

Bagi sebagian besar masyarakat D.I Yogyakarta mungkin sudah faham apa itu “Ngarungring”, namun bagi orang yang bukan penduduk jogjakarta mungkin belum tahu apa itu “Ngarungring” meskipun seringkali sudah di tampilkan di acara TV.

“Ngarungring” adalah sebuah prosesi meliwati dua buah beringin yang ada di alun-alun utara kota Yogyakarta (AlKid/Alun-alun Kidul) dengan mata tertutup, yang lokasinya berada persis di depan Sasono Hinggil Dwi Abad Keraton Kesultanan Yogyakarta, yang merupakan salah satu agenda wisata yang mengasikkan (minimal menurut semua teman yang pernah aku ajak ke sana)

Trus apa hubungannya dengan musryik kalau cuma wisata? Masalahnya adalah ada satu mitos mistis terselip dalam prosesi itu “siapa yang berhasil melewati dua beringin itu dengan mata tertutup maka tujuan hidupnya akan tercapai” itulah unsur musryiknya.

Padahal seharusnya mitos itu tidak dihubungkan dengan musrik, karena itu menurut saya hanyalah semacam filosofi jawa seperti “jangan makan didepan pintu nanti di makan buto/raksasa)” makna dimakan raksasa itu ya nanti kalo ada orang lewat trus ke tendang jatuh semua makanannya. Dan sebagainya.

Memang sih agak susah untuk melakukan prosesi itu, ada yang sampai jauh melenceng, ada yang bahkan sampai muter-muter nggak masuk juga. Tetapi sebenarnya ada cara ampuh untuk bisa masuk ke beringin itu, dan itu sudah aku praktekan ke semua temenku yang pernah aku ajak ke sana, mereka semua berhasil.

Kuncinya adalah:

  1. Sebelum mata ditutup, yakinlah bahwa anda menghadap ke arah yang benar “anda harus sangat yakin”
  2. Kemudian tutup mata anda rapat-rapat
  3. Ketelah yakin benar, mulailah anda melangkah pasti, jangan sampai ada keraguan sekecil apapun, sebab keraguan akan membuat langkah anda menjadi tidak seimbang harusnya 1,1,1 tapi karena anda ragu jadi 1,1/2,1 langkah setengah itu yang membuat belok, jangan takut nabrak, kalau perlu suruh teman anda untuk mendampingi sekedar untuk memperingatkan kalau anda mau nabrak itu saja (bukan menunjukan arah)

Itu saja kuncinya.

Dari ke-tiga kunci itu kemudian saya temukan filosofi jawa tadi, yaitu sebagai berikut.

Supaya usaha anda berhasil dalam usaha apapun anda harus melalui tiga langkah itu :

  1. Siapkan segala sesuatunya(tempatnya, modalnya, persaingan, lokasi, aspek pemasaran, dll) sampai anda yakin bahwa usaha yang akan anda lakukan pasti berhasil.
  2. Tutup mata anda rapat-rapat dari semua godaan termasuk jenis usaha lain, focus dulu ke usaha awal
  3. Setelah anda yakin betul maka mulailah melangkah dengan yakin tanpa keraguan, perjuangkan semuanya dengan keyakinan penuh, sebab keyakinan penuh akan menimbulkan optimisme dan sugesti yang baik untuk keberhasilan. Jangan takut nabrak meski ada kemungkinan nabrak, makanya minta teman pendamping supaya mengingatkan kalau anda mau menabrak, tetapi anda harus tetap yakin kalau anda pasti akan berhasil, jangan melangka setengah-setengah atau menengok ke belakang, takutnya anda akan tergoda dengan jenis usaha lain sehingga tidak fokus ke usaha yang anda sudah jalani.

Itulah filosofi yang bisa saya ambil, semoga berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s