GONTOR VS Perguruaan Tinggi Swasta Nasional (artikel 10)

Posted: 7 November 2008 in ARTIKEL
Tag:, , , ,

GONTOR VS Perguruaan Tinggi Swasta Nasional

Melihat perkembangan Pondok Modern Gontor yang berkembang begitu pesat terutama pondok putrinya, yang kebetulan berada di Ngawi daerah kelahiran saya. Saya geleng kepala, begitu hebatnya pondok ini sehingga terkenal seantero nusantara bahkan sampai ke mancanegara.

Sepertinya belum genap 10 tahun Gontor Putri berdiri di Ngawi sekarang sudah memiliki tiga pondok yang mampu menampung ribuan santri, Gontor Putri 1, Gontor Putri 2, Gontor Putri 3, bahkan sekarang sudah berdiri masjid megah dikawasan tersebut, bahkan usaha yang biasa diberinama “Latanza” itu juga milik Gontor.

Berfikir tentang itu, kemudian fikiran saya mengembara membandingkan dengan perguruan tinggi swasta nasional yang justru menunjukan grafik penurunan, bahkan tidak sedikit yang gulung tikar, lalu apa yang salah dengan perguruan tinggi nasional..

Melihat fenomena itu semua kemudian saya teringat dengan apa yang disampaikan pakar marketing Hermawan Kertajaya dalam acara “Kompas Political Gathering” beberapa waktu lalu. Hal yang dibahas Hermawan Kertajaya waktu itu adalah tentang metode baru pemasaran di era “New Wave”, Menejemen pemasaran yang bergerak secara horizontal tidak lagi secara vertical. Mungkin perlu aku review tentang New Wave Marketing Trend ini..

Kalau dulu konsep marketing selalu ditekankan pada doctrin bahwa produk atau jasa ini adalah yang terbaik, dengan iklan sebagai sarana utama, produk ditempatkan pada posisi yang tertinggi dan konsumen selalu berada dibawah dan mengikuti doctrin tersebut.

Tapi di era New Wave konsepnya di rubah.. perusahaan lebih menekankan costumer satisfaction (kepuasan pelanggan) dengan pelayangan jasa atau kwalitas produk yang baik tanpa harus berkoar-koar melalui iklan produk sudah terkenal, produk hanya digunakan sebagai sarana pengenalan saja, setelah itu semuanya diserahkan pada pelanggan dan kalau pelanggan puas, pelanggan itulah yang menjadi media iklan paling efektif.

Hermawan Kertajaya mencontohkan marketing di era new wave pada produk sepeda motor “Harley Davidson” Hermawan bilang jarang sekali kita melihat iklan Harley Davidson tapi yang terjadi adalah penggemar HD yang bicara tentang HD, bahkan saking loyalnya tubuh mereka rela di tato, anaknya dinamai Harley, dimanapun bisa saja yang dibicarakan HD, dan sebagainya.

Begitulah kira-kira marketing di era new wave, tapi tahukah kita dunia Islam sudah menerapkan itu sekian lama, salah satu contohnya ya Pondok Modern Gontor itu tadi, namun sayangnya belum ada ekonom islam yang mencoba menelaahnya sehingga menemukan teori-teori baru seperti konsep marketing seperti yang di koarkan Hermawan..

Sebagai bukti gontor telah menerapkan marketing gaya itu… sekarang saya bertanya pernahkah anda melihat iklan pondok gontor di media apapun… ndak adakan? Tapi siapapun bertanya tentang gontor pada alumninya hampir bisa dipastikan hal-hal baiklah yang keluar dari nya… bahkan kalau ada siswi gontor yang tidak krasan maka yang disalahkan pasti siswinya itu…

Sekarang bandingkan dengan perguruan tinggi swasta nasional lalu tanyakan pada alumninya mungkin yang di ceritakan hal-hal yang tidak menyenangkan, adapun jika hal-hal positif yang diceritakan, bukan mutu pelajaran tapi pergaulannya…

Mungkin yang terjadi di gontor adalah pengejawantahan dari apa yang dinamakan Spiritual Quotient atau kecerdasan Spiritual seperti apa yang saya baca dalam buku karangan Ari Ginanjar tentang Emotional & Spiritual Quotient (ESQ).. terima kasih pada Ayieq yang telah minjamin buku bermutu itu…

Komentar
  1. aldhy mengatakan:

    good good

    replay
    Thanks

  2. belajar dari kecil mengatakan:

    Sekedar info aja…perlu dibedakan antara institusi yang dilandasi keagamaan dengan institusi bisnis…seperti HD…maka…menurut hemat saya…apayang dikatakan HK tidak dapat dijadikan analogi secara tumplekblek ke gontor…Sederhananya…gaya hidup tidak diiklankan…yang diiklankan adalah produknya…dan HD adalah gaya hidup sementara di gontor…ada “sekalipun kecil” ketakutan ortu atas gaya hidup yang berkembang bagi anak2 mereka,..wallahu a’lam…

    Om..toekaran link ya…tq

    replay:
    Trimakasih dah mampir, tukeran link dengan senang hati mas…

    Soal HD & Gontor memang benar berbeda secara institusi, dan itu tidak bisa disejajarkan, cuma kalau kita melihat dari yang ditekankan HK dalam hal New Wave marketing yang menekankan kwalitas baik produk atau jasa tetep sama, buktinya orang tua.. percaya kwalitas Gontor yang bisa mengontrol pengaruh gaya hidup sekarang yang serba amburadul dibanding dengan perguruan tinggi lain di Indonesia.. dan tentu saja cara penyampaian gontor tanpa janji tapi bukti itulah yang selalu di tekankan HK (hal ini saya simpulkan juga dari kolom 100 hari bersama HK dikompas beberapa waktu lalu..

    Sekali lagi makasih mas.. koment macam inilah yang saya harapkan… membuat saya harus berfikir lagi… sebelum saya membaca blog anda ijinkan saya memasukan alamat blog anda di blogroll saya.. tq

  3. rizki dk mengatakan:

    saya stuu skali dengan anda
    sebagai alumni gontor,memang banyak cerita menarik dri gontor yang bsai kita ceritakan

    Replay:
    thanks dukungannya mas….

  4. Agung Pricahyanto mengatakan:

    Saya dr Kaltim, juli 2009 yg lalu saya mendaftarkan putri saya, … bedanya di Gontor hanya satu falsafah yg diterapkan intinya adalah hanya ikhlas, bukan orientasi pada bisnis… suwun.

    Replay:
    betul sekali pak Agung, makasih dah comment…

  5. rahman mengatakan:

    ini lh gontor tp yg saya takutkan bagi para santrinya yg sudah ke gedean dng jubah yg di tanggalkan oleh gontor kepada mreka……

  6. febryanmujahid mengatakan:

    eeeeemmm anda alumni ya???

  7. agus salim mengatakan:

    aslkmmmmmmmmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s