PARODI Sebuah Sendal (parodi 1)

Posted: 7 November 2008 in PARODI
Tag:, , , , , , , , ,

PARODI Sebuah Sendal

Musim menjelang hari raya Idul Fitri adalah musim bagi sebagian orang untuk belanja kebutuhan sandang, sebuah tradisi yang lazim mamang, aku tak tahu asal muasal tradisi ini, tapi yang aku tahu hampir di semua toko sandang ramai di datangi pengunjung. Mungkin alasan Riya’ pingin dilihat lebih bergaya kali.. (termasuk juga aku he..he..) sapa tahu bisa ketemu orang yang bisa ngerubah status single di friendster profile menjadi in Relationship.. he.. he.. lagi..

Dan dengan niatan itu aku datang panas-panas ke Manding (sentra kerajinan kulit di Jogjakarta) aku pilah-pilih, pilih-pilah, susah juga bukan apa-apa karena telapak kakiku ini modelnya ramping tapi panjang (masih normal ya!) sedangkan kebanyakan design sandal cowok jaman sekarang yang lebar-lebar itu yang membuatku susah. Aku coba satu persatu pasti bagian samping masih sisa jadi wagu dong atau kadang slempang kebesaran padahal ukuran sandal yang aku coba semua adalah 39 sesuai dengan ukuran kakiku.

Sampai di toko yang pertama, yang paling lengkap koleksinya, hanya ada beberapa yang cocok dengan ukuran kakiku, itupun warnanya banyak yang nggak cocok, yang pas warna dan ukurannya cuman satu WAH REPOT, dan yang paling repot merknya itu lho VERSACE.

WARNA

Kenapa warna bisa bikin repot, bagi orang semacam aku yang cekak anggaran belanjannya, maka harus pinter tentuin warna sebab harus serasi dengan baju dan celana (ah.. beibet). Bilang aja tahun ini loe nggak kuat beli baju & celana, trus baju dan celana yang masih lumayan bagus tinggal warna coklat muda atau krem, makanya supaya serasi pakai tema brounis muda alias coklat muda atau krem gitu nggak boleh warna lain.

MERK

Versace Italy-Versace Italy, merk itu aku ulang-ulang sambil cengar-cengir, kenapa yang cocok merknya cuma “Versace Italy” dalam hatiku trus terbersit fikiran, nanti kalau aku ketemu dengan temen-temenku pasti langsung dihujani pertanyaan, kritikan, sindiran dan yang pasti tidak ketinggalan adalah hujatan semacam : Itu “Versace palsu ya? Pasti palsu! Mana mungkin body kaya loe mampu beli Versace asli! Lagian ngaca dong kalaupun semua warisan babe loe jual trus loe beliin Versace asli mana mungkin orang percaya, sutra lah mending loe pilih merk macam “bakiak”, “Tlompah”, “Srampat” atau sekalian “Nyekermen” merk itu masih ada yang bisa loe banggain yaitu loe Cinta Produk Dalam Negeri, kalau loe pakai merk macam Versace macam itu sama aja nempel merk plagiat di jidat loe, atau malah kena cap tukang bajak (kerbau kaleee..)

Eh.. mas kok malah ngalamun? Pramuniaga centil itu ngagetin aku, nggak mbak ini cuman mikirin sapa ya yang bikin mesin jahit sepatu? “Jaka Sembung bawa golok = nggak nyambung goblok” sambil pasang muka PD aku pamitan ama mbaknya tanpa nawar untuk pilih-pilih model yang pas dulu di toko lainnya.

Ada lima toko aku datengin, nggak ada pula yang cocok maka terpaksa aku balik ke toko pertama. Kata Iwan Fals “Tawar menawar harga pas tancap gas”

Sepanjang perjalanaan pulang aku cuman berdoa satu hal “ Semoga orang dikampung gue nggak ngerti kalau ‘Versace itu merk rumah mode terkenal di Italia’. Berulang kali do’a itu aku panjatkan, malah pingin ketawa untung aku ingat kalau ketawa di jalan sendirian bisa dikira gila, ku tahan aja sampai kentut, untung gue nggak naik bis umum, bisa malu gue ama bau kentut gue…

Wuuuuaaaaaaaa…. Ternyata sandal, ketawa ama kentut bisa jadi masalah runyam untuk orang miskin seperti gue ya….

Komentar
  1. rhinie mengatakan:

    mmmmmmm
    cuman no coment tu ja hehehe

    Replay:
    Mbok ya koment gitu lho….

  2. dee mengatakan:

    orang “ganteng” mang susah ya mas…
    harus pilih2…hehehehehe

    Replay:
    jadi malu… hehe

  3. hendra mengatakan:

    wes tau baca jebule… he2..
    commnt nang fb gpp to

    Replay:
    Nggak apa2 kok santai aja…

  4. arief mengatakan:

    apik tenan critane…
    dadi pengen duwe blog dik…

    Replay:
    dari pada nganggur mas…

    oh iya yang di Youtobe buatannya mas Arif ta… keren banget mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s