Soal SUGESTI (artikel 12)

Posted: 7 November 2008 in ARTIKEL
Tag:,

Soal SUGESTI

“Nak Jangan maen hujan-hujanan, ntar sakit lho” begitulah rata-rata pesan ibu Indonesia kepada anaknya, benarkah hujan menyebabkan penyakit? Menurut saya tidak, lihatlah para petani yang pada musim penghujan selalu terkena air hujan tapi tetep sehat, itu bukti bahwa hujan bukan pembawa penyakit. bahkan hujan adalah suatu anugrah yang pantas kita syukuri kehadirannya oleh semua makluk dibumi, tumbuhan, hewan, dan manusia, kecuali manusia yang nggak tahu diri itu. Bahkan waktu saya sekolah di Madrasah Diniyah (sekolahan pesantren) saya pernah dikasih tahu guru saya untuk berdo’a dikala hujan karena saat hujan itulah Allah menurunkan rahmat-Nya pada makluk-Nya yang ada dibumi, sehingga kemungkinan terijabahnya do’a lebih besar.

Lalu kenapa kebanyakan orang beranggapan hujan menyebabkan penyakit? Itulah kekuatan SUGESTI, beberapa tahun lalu saya membaca tabloid jum’at Republika yang membahas masalah ini, kesimpulannya : bahwa saat kita gelisah dan khawatir maka ada suatu hormone (aku lupa namanya) dalam tubuh kita yang berkembang melebihi kapasitas normal, karena ketidak seimbangan hormone tersebut maka daya tahan tubuh kita akan terganggu, maka virus yang sudah lama berada dalam tubuh kita akan berkembang dan tidak mampu ditangkal oleh kekebalan tubuh kita, dan akhirnya menyebabkan penyakit.

Kata-kata nak jangan hujan-hujannan ntar sakit!, ini kemudian menjadi sugesti bagi anak-anak yang nanti akan terbawa sampai dewasa, karena sugesti seperti inilah kemudian muncul kekhawatiran dalam diri kita, dari kekhawatiran ini lah maka kekebalan tubuh kita terganggu, dan menyebabkan penyakit.

Hal semacam ini sesuai dengan sebuah hadist gudsi yang menyatakan “Allah berkehendak sesuai dengan anggapan makluknya” hal ini juga sesuai dengan ungkapan tabib china bahwa yang berpengaruh besar terhadap kesembuhan suatu penyakit bukan obatnya tetapi lebih pada keyakinan (sugesti) kita terhadap obat tersebut. Ya seperti yang ada di film “Laskar Pelangi” waktu bapak kepala sekolah SD Muhammadiyah Gantong” sakit, Obat yang di minum orang Belitung dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit ya Merk “A P C” (itulah sugesti orang Belitong terhadap penyakit dan obat).

Hal ini tidak Cuma berlaku juga soal penyakit tapi semua aspek kehidupan, keyakinan (sugesti) bisa memicu kita berusaha lebih keras untuk kesuksesan hidup kita. Hal ini juga sangat cocok dengan teori “Mestakung” (semesta mendukung) yang sempat terkenal beberapa tahun lalu.

Begitulah sugesti berpengaruh pada hidup kita, jadi yakinlah pada apa yang kita perbuat.

Ehm… Mungkin masalah sugesti ini juga bisa digunakan sebagai pendukung keyakinanku tentang ketidak percayaan pada kepercayaan jawa baik itu primbon, weton, nogodino dan lain sebagainya. Karena sesusai dengan yang aku baca di buku “Suluk Malang Sungsang” karya sejarawan Agus Sunyoto bahwa kepercayaan jawa itu bermula dari kebiasaan “Otak, Atik, Matuk” (dihubung-hubungkan dan dipas-paskan) sehingga jadi kepercayaan dan kemudian berkembang memicu sugesti, lagian kalau kepercayaan jawa ini dipercaya dan benar-benar terjadi berarti kita beranggapan bahwa tuhan itu tidak universal, karena Primbon Weton, Nogodino dll, kan hanya dimiliki orang jawa (orang luar Negeri, Orang Luar Jawa, Bahkan Jawa Barat Nggak mengenal istilah Pon, Wage, Kliwon, dll itu), tapi aku belum berani membahas lebih jauh masalah ini dulu, karena aku belum banyak memiliki data pendukung dan bukti, semoga lain waktu aku bisa Upload artikel tentang masalah ini di media ini juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s