TUHAN TAHU, TAPI MENUNGGU (artikel 8)

Posted: 7 November 2008 in ARTIKEL
Tag:, , , , ,

TUHAN TAHU, TAPI MENUNGGU

Aku sempat tertegun dan berhenti sebentar membaca judul bab di novel “Sang Pemimpi”-nya Andrea Hirata “TUHAN TAHU, TAPI MENUNGGU”, lama tertegun nggak ketemu juga kira apa yang di maksud si Ikal asli itu…

Sampe menyerah, aku abaikan judulnya trus baca isinya, tapi ternyata dalam juga maknanya, aku suka sekali ungkapan itu, bagi yang sudah baca mungkin sudah faham begitu kan Mbak Titis & Mbak Hanna?, tapi nggak apalah semoga sedikit berguna bagi yang belum sempat baca…

Andreas dalam novel itu sengaja membawa ungkapan itu dengan contoh pembalasan untuk sebuah atau serangkaian kejahatan. Tengoklah cerita dimana grombolan kecil yang terdiri dari 3 bocah (Ikal, Arai & jimbron) itu selamat dari kejaran pak mustar (gurunya) dan petugas keamanan sekolah karena menghina pak mustar dan selamat setelah masuk ke Peti ES lalu ketahuan yang punya peti ES lalu kabur dan di katai Ikan Duyung……

Atau jahilnya Arai pada pak Mustar yang sedang jadi imam sholat dengan mengucapkan Amin dengan suara keras dan panjang Amiiiiiiiiiiin…. Miiiiiiiiiiiiiin.. miiiiiiiiiiiiiiiiin dengan suara berkelok seperti seriosa.. tapi juga selamat Karena pak Mustar tidak mengenali suara karena ada ratusan jamaah..

Semua selamat… tapi tahukah kita bahwa ternyata semua terbalaskan cuman beda waktu. (baca sendiri pembalasan tuhan atas 3 grombolan itu ya ada di “Sang Pemimpi & Edensor)

Ok… deh, kalau Andeas Hirata menggambarkan tentang pembalasan atas kejahatan, nah sekarang aku coba sebaliknya pembalasan atas kebaikan.. semoga pada berkenan…

Ingat iklan Aqua, yang gelas berisi minyak trus dituang air akhirnya luber dan yang tertinggal hanya air bersih yang siap minum… SEGER….

Begitulah kira2 analogi tentang “Tuhan Tahu, Tapi Menunggu” versi kebaikan…

Saat kita berbuat baik maka Allah tahu, tapi tidak bereaksi apa2, tapi reaksinya akan diberikan nanti saat kita sudah siap, atau nunggu banyak sekalian sehingga pas di berikan akan lebih berfaedah untuk kita…

Sebuah ilustrasi sederhana…

Kita biasa memberi shodaqoh pada pengamen Rp. 100 perak. Kita berharap mendapat ganti atau balasa Rp. 70.000,- karena kebaikan kita di lipat gandakan 700 kali, tapi kita tunggu hari demi hari nggak dapat juga, mungkin karena jengkel kita mungkin kita sempat berfikir tuhan nggak liat kali..

Tapi saya yakin bahwa tuhan melihat, cuman mungkin tuhan menunggu kita shodaqoh Rp. 100 perak sebanyak 1000 kali terserah mau selama apa.. setelah genap 1000 kali baru dihitung = 100 x 1000 x 700 = Rp. 70.000.000,-, pilih mana kita terima 70.000 perhari trus hilang tiada arti karena untuk jajan, atau sekalian Rp. 70.000.000,- SEGER……

Ingat juga ya “Assodaqotu Li Dafngil Balaq” (semoga tulisannya bener)

Komentar
  1. etikush mengatakan:

    Hahaha….
    Boleh juga tuh ngasih pengamen Rp.100 sebanyak 1000 kali.
    Cuman saya sih kayaknya jangankan seribu kali, sekali juga saya gak berani ngasih.
    Hari gini ngasih pengamen “cepek”. aduh…
    Mending gak ngasih deh…

    Replay :
    Yee.. pelit

  2. Gusti Dana mengatakan:

    Ass.Wr.Wb..

    Saya Mampir mas…,ternyata artikelnya bagus juga dan mempunyai makna yg dalam.:-)

    Replay :
    Trimakasih mas…

  3. buy_vigrxplus mengatakan:

    Pretty cool post. I just stumbled upon your blog and wanted to say
    that I have really liked reading your blog posts. Anyway
    I’ll be subscribing to your blog and I hope you post again soon!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s