Anjing Si Tuan Polan…… (Sebuah PARODI) (parodi 3)

Posted: 8 November 2008 in PARODI
Tag:, , , , , , , ,

Anjing Si Tuan Polan…… (Sebuah PARODI)

Yang aku tulis di bawah ini adalah tulisan di catatan harian tanggal 27 Mei 2005, setelah aku baca ulang kayaknya menarik (minimal menurtku), sekalian aku cek apakah kondisinya tambah baik atau jadi buruk kaya semula, & minta tolong ama temen-temen terutama yang baru saja buat SIM kasih reviewnya ya! Thanks…

Aku sengaja menulisnya sesuai tulisan ku tahun 2005 nggak ngedit sedikitpun..

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

TULISAN SUNARYO BASUKI KS.

Tadi sebelum menulis aku baca tulisan “Sunaryo Basuki KS” tentang “Mari Tertawa Mengejek Diri Sendiri Lewat Humor” yang isinya mengkritik para petinggi kita yang sudah tak bisa lagi ketawa atau di kondisikan untuk tertawa, katanya hanya punokawan atau kelas punokawan yang boleh tertawa atau lebih konyolnya diketawakan. Mereka (Pejabat tinggi) kan sekarang harimau yang harusnya mengaum “mumpung masih punya taring” mereka kan sekarang beruang “mumpung masih punya cakar” bukan lumba-lumba “hewan yang hanya bisa cekikikan” entahlah…..

SIM

Minggu lalu dua orang temenku membuat SIM (Surat Ijin Mengemudi) yang satu SIM B1 yang satu SIM C, katanya susahnya minta ampun harus lebih dari dua kali ngulang ujian praktek padahal keduanya hanya memperpanjang lho, keduanya berpengalaman mengendarai mobil dan motor, semoga ini adalah pertanda baik atas penegakan hukum dan pemberantasan mafia calo.

Dulu waktu aku buat SIM cukup 15 menit berada di Polres sudah jadi deh SIM ku, tanpa tes, tanpa ujian, tanpa macam-macam cukup bayar lebih dari tariff cukup, bahkan tak perlu KTP setempat “tak masalah tembak aja mas pokoknya tanggung beres kata caloku yang juga Anggota……..

Dulu aku cukup mengeluarkan Rp. 125.000,- trus datang ke Polres tunggu 5 menit antri dipanggil tandatangan ama foto, 3 menit sidik jari, tunggu lagi 5 menit SIM C dah ditangan, tak perlu takut ketilang, tak perlu takut “tawar menawar, harga pas, tancap gas” seperti kata Iwan Fals.

Sekali lagi semoga ini adalah awal penegakan hukum dan pembersihan jaring-jaring Korupsi-Kolusi-Nepotisme, atau hanya gertak sambal untuk dapat banyak duit untuk cari kas masuk Polres, yah..minimal nyicil tenang deh kalau begitu…

Cuman aku takut ini berlaku tidak lama, sebab kebiasaan bangsa ini kan cuman nuruti perintah atasan, sekarang KaPolri lurus & keras, ya..kebawah juga harus ngikuti arus kalau tidak mau keciduk, “minimal puasa sebentar” .. kata anggota…., “—toh besok kalau Kapolrinya ganti peraturan juga berubah, berapa banyak sih orang lurus dan jujur masih banyak yang sejiwa tenang sajalah modal 45 s/d 60 juta pasti kembali—tenang aja”…kata anggota…. Lagi

Jangan Bicara tentang idialisme.
Mari bicara tentang berapa banyak uang dikantong kita…

Jangan bicara tentang kebebasan,
Mari bicara tentang ancaman yang membuat kita onani…

Jangan bicara tentang nasionalisme,
Mari bicara tentang kita yang lupa warna bendera sendiri…

Jangan perdebatkan tentang keadilan,
Sebab keadilan bukan untuk diperdebatkan…

Jangan cerita soal kemakmuran,
Sebab kemakmuran hanya untuk anjing si tuan Polan – “tas”

Itu sebagian lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Fals dari kamar kostnya Udin, kayaknya pas banget untuk menggambarkan hal itu, dulu sekalie kata saya waktu cerita pada cucu saya suatu saat.. Insya Allah…

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Maaf kalau ada yang tersinggung….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s