BANGSA PEMINTA (puisi 11)

Posted: 10 November 2008 in PUISI
Tag:, , , ,

BANGSA PEMINTA

Entah siapa namanya
Dilampu merah selalu ada
Memelas, meminta
Hanya untuk dua hurup saja
Rp berapa saja!
Akan ku lakukan apa saja, katanya….
Ehm… Sudah jadi landmark kota

Eh…. Di restouran juga ada
Di terminal berjejal semua
Di toko-toko, di bis-bis kota
Cek…. Cek…. Cek….

Tunggu dulu
Mereka dimana-mana
Di gedung-gedung tinggi
Di mobil mobil patroli
Di kantor-kantor dan instansi

Aku menggelengkan kepala
Kemudian menunduk lesu
Eh… kenapa tanganku menengadah begini?
o…… sudah jadi landmark bangsa!!!

Jogja, 17 Februari 2008

Komentar
  1. Yeptirani mengatakan:

    Udah..udah.. jangan nangis donk.. cup..cup.. ^_^

  2. arali2008 mengatakan:

    Ku baca “bangsa peminta”
    Kemudian kubaca puisi keduamu
    Dan mau lagi baca puisi yang ketika
    Tapi yang muncul adalah artikel, bukan..! itu opini.

    Puisimu oke !
    Tapi aku terganggu oleh artikelmu
    Hingga kutulis pesan ini
    Agar kamu mengerti keinginanku
    Membaca puisimu sekali lagi.

  3. suklowor mengatakan:

    @Yeptirani…
    beri permen dulu baru aku berenti nangis…

    makasih commentnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s