DELAPAN PUISI TENTANG EMBUN (puisi 24)

Posted: 2 Februari 2009 in PUISI
Tag:, ,

DELAPAN PUISI TENTANG EMBUN

EMBUN 1

embun pagi

embun

Hanya ku temukan embun pagi
Saat ku buka jendela ini
Yang menempel sendiri
Menggantung pada selembar daun

Entah kuat berapa lama
Tangan ini memegang ujung daun ini
Entah berapa kali lagi
Tiupan bayu melepaskan genggamannya
Kemudian jatuh bumi kering tandus
Terhisap habis tanah rakus

Atau berapa lama dia tahan
Dihisap panas terik surya
Menguapkannya lenyap tak bersisa.

EMBUN 2
Aku sudah menjalani laku tapa ribuan tahun
Hanya ingin bisa terbang laksana camar
Ingin ku jumpai daunku
Yang lalu menjelma mimpi dalam tiap malamku
Menumbuhkan rindu
Menjelma merapi membakar hati
Menimbulkan cinta
Menjelma gempa getar semua

EMBUN 3

Aku sudah bertanya pada tiap biduk yang ku jumpa
Aku teriaki burung yang melintas diatasku
Aku tanya semua pantai, teluk, karang dan ikan
Aku bujuki terumbu supaya mereka cerita tentang daunku

Semua menjawab:
Bertanyalah pada matahari
Dia akan meleburmu
Dan dia akan meminta pada angin
Untuk menghantarmu ke daun tercintamu
Semoga kau selamat sampai disana
Semoga kau diterima sebagai sang pecinta

EMBUN 4
Aku sudah berubah jadi kabut semalam
Sekarang akan ku telusuri rimba ini
Akan ku cari daun jelita dalam mimpiku
Kubawa kado diriku
Untuk ku persembahkan padanya utuh
Akulah sang pecinta tanpa pamrih apa-apa
Semoga bisa diterima

EMBUN 5
Akhirnya kutemukan juga daunku
Setelah hampir putus asa
Tersaruk-saruk desak pohon
Tersaruk-saruk tampar ranting
Menyibak ilalang dan belukar

Akhirnya ku temukan juga dia
Aku pegang tanpa mau terlepas
Aku dekap dengan segenap kehangatan tersisa
Meski sepertinya dia peduli hampa

EMBUN 6
Sudah ribuan kali dia memohon pada sang daun
Hisaplah aku, telan saja mentah-mentah
Karena aku lebih mencintaimu
Daripada tanah yang serakah
Atau matahari yang merah

EMBUN 7
Ini upaya terakhirku agar berguna untukmu
Sudah ku rayu semua teman kabutku
Untuk bersatu menjadi air
Agar berguna untukmu
Rupanya mereka lebih memilih menjadi kabut
Hingga bisa melayang

Memang aku bukan perayu
Aku tak mampu menjadi perayu
Hanya sunggingan yang selalu kudapat
Jika ku utarakan maksudku pada teman kabutku

Aku ingin mempersembahkan diriku untukmu daunku
Aku ingin memiliki arti untukmu cintaku
Meskipun hanya setetes
Jangan kau siakan pengorbananku

EMBUN 8
Aku tak kuasa mendengar
Ratapan embun pada daunnya
Seketika kututup lagi jendela
Dan kutemukan diriku
Menjelma uap air yang menempel dikacanya
===888====

Yogyakarta, 23 November 2008

Komentar
  1. Gusti Dana mengatakan:

    Puisi yg sangat meresap mas Klowor..:-),andai kita jadi pohon bagaimana ya?

    Replay:
    Makasih mas…

    kalau kita jadi pohon, mungkin akan senang seperti senangnya ibu-ibu menonton sinetron percintaan antara embun dan daun… hehe

  2. etikush mengatakan:

    kalau embun bisa ngomong….

    Replay:
    Doel Sumbang….

    Lirik selanjutnya….

  3. puisi-poetry mengatakan:

    mantep bener yack

    Replay:
    Makasih mas…

    Kemaren aku baca di blog sampean, puisinya keren banget lho…

  4. bodrox mengatakan:

    bagus. Puisinya keren.

    Replay:
    Makasih mas….

    blog sampean juga keren mas… apalagi persetruan antara Mas Bodrox ama Tuan Google, tentang bodrex… lucu abis…

  5. etikush mengatakan:

    dia pasti tak akan bo-onk….

    Replay:
    Ye… lagu lainnya dong masak itu lagi… kayak kuis Missing lirik itu lho…..

  6. grubik mengatakan:

    Embun yg paling hot: embun c sasmi..

    Replay:
    Bisa aja mas gubrik ini… kalau embun yang satu itu, biar bekas aku juga mau..😛

  7. Embun menyamankan. Asyiiik.

    Replay:
    Pak saya embun nelongso.. hix..hix..

  8. rhinie mengatakan:

    besok klo punya anak dinamain embun ja hahaha

    Replay:
    Sendiko dawuh bune…🙂

  9. cebong ipiet mengatakan:

    embun

    embun mbunane…

    embun mbunane sopo?

    wkekekkee nyelimur

    Replay:
    hehehe bisa aja cebong cantik yang satu ini…
    kapan dadi kodok e, wis ra sabar ki..
    hehhee sorry bercanda..

  10. cantigi mengatakan:

    fiuhh.. keren bgt ini. saya suka. keep good work! okay, saya punya pertanyaan bagus, mudah2an suka ya..
    daun terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal..?

    Replay :
    wahh di puji mas Cantigi, jadi malu nih.. makasih ya
    soal daun dan pohon, begitulah takdir tuhan berlaku, dan kita sebagai hamba harus ikhlas, toh semua yang kita miliki adalah titipan Tuhan, perkara diterbangkan angin atau pohon dah nggak mau di tinggali itu hanya cara saja untuk berpisah, yah mungkin seperti yang tergambar dalam puisi saya “KITA BUKAN SIAPA-SIAPA”
    bener nggak ya jawabannya..

    sekali lagi makasih ya mas

  11. Doso mengatakan:

    bagus banget puisinya..ajarain dung,aq pernah di tolak cewe gara-gara pake puisi..tapi salah katan-katanya……

    lam kenal yah

    Replay:
    Makasih mas…salam kenal juga. belajar aduh aku juga masih belajar kok, tapi aku punya jurus untuk sekedar bisa buat puisi sederhana macam punyaku, “sering aja baca buku puisi…” tapi jangan yang susah2, buku Tadarus Antologi puisinya KH. Mustofa bisri.. itu bagus untuk belajar.. aku juga belajar dari buku itu..

  12. Wachd mengatakan:

    Wah jelek ah,g’seru bwwwngeeeets.!!

    Replay:
    hehehe… emang… sapa sing yang buat goblog itu…. wakakaka

  13. Egis mengatakan:

    puisinya keren..
    tambah lagi mas..

  14. Canggu villa mengatakan:

    Trims,,,,
    Bagus sekali puisinya, moga kalau dapat ide yg bagus lagi puisinya ditambah lagi ya,,?
    Keluarkan inspirasimu semua. Saya yakin anda bisa buat yg lebih menyentuh hati n buat orang terkesan.
    Salam kenal

  15. Foto Artis mengatakan:

    romantis sekali puisinya, aku copy buat kirim sms ke pacar ya….

  16. ERVINA mengatakan:

    PUISIX PNUH MKNA…..
    Q TAG DLU AH…

  17. Anonim mengatakan:

    subhanallah….. puisi anda mengharu birukan hatiku…

  18. susi karina mengatakan:

    Wah puisnya bagus sekali,,,

    Salam dari saya yg ingin bergelut di dunia seni
    Tapi baru beljar

  19. adzikra zahira mengatakan:

    andai kn Q mnjadi embun akan Q jga dy tuk slalu brsma Q . . . .

  20. Anonim mengatakan:

    Kerenn bngett puisiNya,,

  21. usman mengatakan:

    Mantep puisinya !!!

  22. Keren bingits mengatakan:

    Gue suka puisi nya

  23. Bikin puisi yg menarik lagi donk

  24. Dyardian mengatakan:

    Puisinya bagus-bagus..

  25. ngaji mengatakan:

    ‘ajib…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s