PANTASKAH INDONESIA SEPERTI NERAKA (artikel 19)

Posted: 8 Februari 2009 in ARTIKEL
Tag:, , , , , ,

PANTASKAH INDONESIA SEPERTI NERAKA (artikel 19)

Sepulang dari tempat kerja, hati saya begitu gelisah, tapi saya tidak tahu apa penyebabnya, rasanya seperti pertanda akan datangnya perkara buruk yang akan menimpa saya lagi, sepanjang perjalanan saya berfikir apakah gerangan kejadian yang akan menimpa saya.

Kemudian saya ingat perkataan sekaligus nasehat paman saya, beliau bilang kalau kamu mendapat firasat-firasat buruk, maka istigfarlah dan imbangi dengan dzikir dan shodaqoh, kemudian selesai sholat magrib dan selesai dzikir, saya memang merasa kegundahan saya berangsur hilang, saya berniat menambahkan dengan jurus lama saya yang selama ini selalu manjur, saya buka Al Qur’an dan terjemahannya, secara acak, lalu saya saya baca lembar yang terbuka, biasanya akan ketemu ayat yang cocok dengan kejadian yang saya alami, jadi semacam Allah menuntun melalui Al Qur’an, teman-teman cobalah kalau hati anda gelisah, buka Al Qur’an secara acak, baca sekaligus terjemahannya, insya’Allah luka lara hati akan terobati saat itu juga.

Kembali pada judul yang saya terakan diatas “PANTASKAH INDONESIA SEPERTI NERAKA” judul ini saya dapat dari perenungan saya akan salah satu ayat dalam surat Al Israa’ ayat ke-16 yang saya baca semalam yang artinya :

“Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap perkataan (ketentuan kami) kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya” (Qur’an; surat Al Israa’; 16)

Kalau saya hubungkan ayat tersebut dengan kondisi bangsa Indonesia, kok ya cocok, orang yang hidup mewah, kalau boleh saya mengartikan adalah pemimpin-pemimpin bangsa kita sudah melakukan kedurhakaan yang sangat memalukan, ambil saja satu kasus yaitu korupsi.

Dalam hal korupsi ini bahkan bukan cuma pejabat dari level bawah sampai level atas saja yang melakukannya tapi juga rakyat kecil pun terlibat, dalam hal ini adalah masalah Money Politic atau politik uang.

Mungkin sebagian orang menganggap bahwa uang hasil pemberian dari para caleg maupun kepala daerah untuk mempengaruhi pemilih dianggap halal karena mereka tidak minta (cuman nggrundel kalau nggak dikasih hehe..) dan dianggap saja ikhlas. Tapi menurutku itu salah besar, itu jelas-jelas korupsi dan haram hukumnya, dan yang berdosa bukan cuma yang menerima tapi yang memberi, ingat hadits Rasullulah :

“Arrosi wal muntasai kilahuma fin nar” yang artinya “Yang menerima dan memberi suap keduanya akan di neraka” (HR. Bukhari & Muslim)

Menurut saya pengertian neraka di sini bisa di artikan neraka dunia dan neraka akhirat, jadi pantaskah Indonesia di masa lalu, sekarang dan yang akan datang seperti neraka, menurut saya sangat pantas!

maka melalui tulisan ini, marilah teman-teman kita perbaiki bangsa ini supaya bisa berubah menjadi syurga, mulailah dari diri kita masing-masing dan kemudian orang terdekat kita, jangan sekali-kali menerima menerima uang sogokan untuk memilih calek, lebih baik melanggar Fatwa Haram MUI tentang Golput, kalau misal tidak ada Caleg yang bersih dari Money Politik ini. karena pengaruh Money Politic sangat besar bagi kehancuran negara, yang memang sudah berkeping ini terimakasih.

Komentar
  1. pengendara mengatakan:

    mari perbaiki negara ini,

    Replay:
    Ayo.. dengan SEMANGAT ya! dan konsisten tentunya…

  2. hmcahyo mengatakan:

    setuju dengan MAS pengendara !!

    salam😀

    Replay:

    Ayo.. dengan SEMANGAT ya! dan konsisten tentunya…

    salam

  3. etikush mengatakan:

    resmi sudah gw jadi calon penghuni neraka…..
    bokap gw kan pegawai publik……..
    aduh………..
    rezeki haram semua nih yang gw makan………..

    Replay:
    Seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain neng… banyak ayat Al Qur’an yang menjelaskan akan hal tersebut misal :
    “Maka pada hari kiamat, tidak seorang pun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan”. Yassin ; 54
    “Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorang pun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri”. An Najm, 38,39

  4. Gusti Dana mengatakan:

    Memang benar mas Klowor..padahal negara kita ini merupakan negara dengan umat Islam terbanyak didunia,tapi kenyataannya…

    Allahuwallam…hanya Allah yang Maha Tahu

    Replay:
    iya mas itulah yang aku heran…
    BTW, saya cuma mencoba menalarkan apa yang saya fahami saja.. semoga saya nggak salah..

  5. grubik mengatakan:

    Habis gelap terbitlah terang.. Smoga yg gelap2 cepet habis ya?

    Replay:
    KArtini banget mas gubrik ini… cuman kadang aku suka gelap2pan mas… seperti lagunya Rita Sugiarto judulnya mati lampu itu loh..

  6. hendra mengatakan:

    mulai dari diri sendiri. Itu yang lebih bagus.

    # sedikit cooment aja mas Klowor. Bukan artian melanggar fatwa MUI, tapi fatwa MUI sudah masuk dalam rancah politik.Itu hal yang gak bener. So, fatwa MUI sudah kehilangan makna karena sudah dicampuri dengan berbagai kepentingan.

    Replay:
    Setuju………………………

  7. Jo yang cantik mengatakan:

    S.A.N.G.A.R bro!

    Replay:
    S.A.N.G.A.R. lukis atau S.A.N.G.AR tari hayo….

  8. Gusti Dana mengatakan:

    Mampir lagi mas Klowor..:-)

    Replay:
    Mas Kopi-nya diminum dulu… ama itu ada hidangan ala kadarnya… hehe

  9. etikush mengatakan:

    kalau pura-pura gak tahu bahwa gratifikasi adalah korupsi gimana?
    soalnya gw kan tau kalo bokap gw nerima gratifikasi, tapi gw pura-pura gak tau…🙂

    Replay:
    Paling ntar malaikatnya juga pura2 nggak masukin neraka…. gitu aja kok repot..😀 *damai*

  10. geRrilyawan mengatakan:

    sebenernya banyak mas yang sedang membangun indonesia menajdi surga. tapi sayang surga buat dirinya sendiri…

    bukan surga kita…
    (komen perdana dan mampir perdana)

    Replay:
    nah itu dia surga untuk diri sendiri + ngrebut syurga orang lain…parah kan?

    makasih dah mampir….

  11. bagusweda mengatakan:

    mas saya setuju,neraka dan sorga ada didalam kehidupan kita,setuju banget jangan mau terima sogokan dari uang korupsi.
    kemana aja mas?

    Replay:
    iya pak.. maaf lagi sibuk kerjaan maklum belum ada yang mau ngerjain -halah- belum sempat blogwalking aja sih..

  12. bagusweda mengatakan:

    mas klowor, blog anda bagus dan saya senang ama visitor gemana caranya?bagi ilmu ya. tks

    Replay:
    Sudah saya jawab via email pak…

  13. !T3M mengatakan:

    Hati hati LAH dengan kata2 CINTA,krn Cinta orang bisa berbuat apa aja.Y sprt terjadi’y cw & cow bisa bersetubu krn apa?
    Karena CINTA.
    Memang CINTA itu anugra dari (sang pencinta alam)tapi klw kita tdk bisa menjaga’y,itu bisa menjadi bencana buat kita sendiri.”persetan dngN kata2 cinta”
    CINTA ITU PEMBODOHAN
    klw ngomong cinta(agar kw berkuasa)
    klw ngomong cinta(kenapa ada yg luka)
    klw ngomong cinta(kenapa ada perang)
    klw ngomong cinta(kenapa ada yg mati) itu ka cinta2 kata konci’y”sadarlah kwn cinta itu cuma bisa membawa kt kdlm jalan yg berliku”

    Replay:
    kok mirip dengan tulisanku yang ini ya “PERSETAN DENGAN CINTA SEJATI”

  14. Pongok mengatakan:

    Politik adalah sampah
    tak ada yg abadi selain kemiskinan dinegri ini…!

    • Aink mengatakan:

      Justru itulah kita sebagai negara ini Jangan sampai dibodoi ole bangsa asing.Teruslah berkarya….Semangatlah.InsyaAllAH kita akan terbebas dr kemiskinan.

      • suklowor mengatakan:

        Mari berjuang mempertahankan idealisme murni kita, untuk membangun bangsa dimasa datang, kita mulai dari diri kita sendiri… perbedaan pendapat itu wajar asal dilandasi oleh tujuan mulia kita demi kemuliaan bangsa, bukan pribadi bukan pula golongan… terimakasih

  15. Ka Ros mengatakan:

    Mas, aku pernah dgr kt A’a Hadi,mereka yg srg baca qur’an dan dzikir dimudahkan dlm sgl hal,tmsk saat mencari jwb kegelisahan spt yang mas alami ini,jd blm tentu kt smua peroleh jwb dng mdh spt mas kl kt gak biasa baca Qur’an.

    Replay:
    Ooo.. gitu ya… saya malah nggak tahu itu… berarti itu anugrah buat saya, dan saya wajib bersyukur, trimakasih sudah diingatkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s