CENTANG PERENANG… Hanya PARODI (Parodi 7)

Posted: 20 Februari 2009 in PARODI
Tag:, , ,

CENTANG PERENANG… Hanya PARODI

Saat memberikan gaji pada karyawan produksi di tempat dimana saya juga bekerja, saya sengaja memperhatikan orang-orang yang menerima gaji tersebut saat memegang ballpoint untuk membubuhkan tanda tangan pada slift gaji yang mereka terima, hasilnya pikiran saya langsung minta ijin pergi kerumahnya Nobita untuk minjam mesin waktunya Doraemon, katanya mau dipakai menuju 14 April 2009.

Saya langsung faham apa yang akan dilakukan fikiran saya di masa depan itu, yang pasti dia akan datangi TPU yang agak pelosok untuk melihat proses pencentangan surat suara. memang akan ada fenomena baru yang menarik untuk dicermati tentang mekanisme pemilihan yang akan dilakukan pada pemilu nanti, yaitu dengan cara mencentang nomor urut caleg yang dipilih, dengan ballpoint tentunya.

Bagi sebagian orang yang biasa pegang ballpoint itu bukan masalah berarti, kecuali jika sehabis nyentang ballpoint-nya dimasukin saku dan dibawa pulang, kalau ketahuan pasti akan ditangkap satpol PP. tapi bagi yang tidak biasa pegang ballpoint itu bisa jadi masalah serius, semacam tukang becak atau tenaga kasar (saya tidak berniat meng-generalisir ya…) tapi pada umumnya mereka yang tidak pernah memegang ballpoint di pemilu nanti akan menjadi masalah, jangankan pengang, lihat ballpoint aja sudah ngoplok (gemeteran), ya.. semacam ngoploknya saya waktu lihat Microphone saat di daulat nyanyi diiringi organ tunggal di acara resepsi pernikahan, Microphone yang beratnya tidak sampai satu kilogram bisa berasa satu kwintal, al hasil waktu masukin kembali microphone ke gagang penyangganya yang besarnya lobang hampir berdiameter 3 cm itu bisa meleset terus. Lha di pemilu mendatang itu kalau saya tidak salah, jarak antara kotak nomor caleg satu dengan lainnya hanya 1 cm, apa nggak kepleset-pleset, misal mau centang No. 1 yang kena No. 2, atau yang di pilih No. 3 eh.. No. 2 nebeng kecoret, bisa-bisa terjadi rebutan suara antar saksi, tapi ok lah Not Wrong To Try

Paijo…..: Aiiiiyak.. pakai bahasa inggris segala, padahal belum tentu bener…
Klowor.: Biarin.. yang penting You Know I Know lah.. sapa tahu besok namaku berubah jadi Klowor Arwana…:-p
Paijo…..: Sak.. Karepmu… Lanjuuuuuuuuuut…

Tapi untungnya, ini lah enaknya jadi orang jawa, yang punya falsafal “sesial-sialnya orang sial masih ada untungnya” untungnya besok itu masih bisa pakai acara nyoblos, jadi ya yang centang silahkan centang, yang nyoblos silahkan yoblos.. Demokratis kan? Indonesia gitu loh…

Cuma yang jadi masalah sebenarnya bukan masalah centang atau coblos, coblos atau centang itu, yang perlu diperhatikan lebih jauh adalah bagaimana hasil centang atau coblos itu bisa bermanfaat, jangan seperti sekarang dan masa lalu, janji wakil rakyat ternyata cuman pepesan kosong belaka, jangankan membela rakyat, lha ini jutru membebani rakyat, lihatlah laporan Headline Kompas hari jumat, 13 Februari 2009 yang membeberkan fakta bahwa untuk tahun Indonesia 2009 s/d 2014 kekurangan dana untuk pembangunan dan perbaikan Infrastruktur sebesar kurang lebih 900 trilyun Rupiah, bukannya DPR ikut mengurangi pengeluaran tapi justru akan melakukan pemborosan dengan rencana renovasi rumah singgah.. hehe.. dan gedung DPR yang design-nya sudah selesai dilombakan.. wih…

Paijo…..: Kalau soal korupsi gimana wor..?
Klowor.: Auw..ah gelap..

Jadi pantaslah kalau bangsa Indonesia selama ini ibarat kapal yang sudah di coblosi oleh tikus-tikus koruptor, kemudian ke depan setelah kapalnya bolong-bolong dan ndak bisa dinaiki bangsa ini akan berubah menjadi bangsa CENTANG PERENANG…

Sekali lagi ini Cuma PARODI lho ya…

Komentar
  1. rhinie mengatakan:

    waaah… pertamax

    Replay:
    Kalau kedua… berarti keduax… kalau ketiga berarti ketiax… eh ketigax dink…

  2. septarius mengatakan:

    alow teman-teman blogger…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..

    silahkan daftarkan url artikel disini

    keterangan yang lebih lanjut bisa dilihat disini

    akhir pandaftaran artikel 25 Maret ‘09 jam 23.59 wib..

    IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^

    by. komporizer tim : septa 🙂

    Replay:
    Thanks mas septa atas infonya…

  3. pengendara mengatakan:

    untung cuma parodi

    Replay:
    hehe.. iya mas, untung cuman PARODI…

  4. abdee mengatakan:

    kalo saya tetep lebih seneng nyoblos…

    blusss…. blusss…..

    rasane mak nyuss

    Replay:
    Iso kringeten barang yo mas… hehe..

  5. geRrilyawan mengatakan:

    ndak pake sistem dihitamkan dengan pensil 2B aja ya…..
    (itu tadi saya….)

    Replay:
    iya-ya kalau salah kan bisa di stip..😀
    (iya mas.. yang atas aku hapus ya?)

  6. etikush mengatakan:

    bukannya pake tanda contreng?
    trus katanya, walaupun garis contrengannya menjulur kesana-kemari.
    tetep aja, titik potong antara dua garis yang membentuk contrengan-lah yang dijadikan patokan.

    kalo kapalnya bolong, kok jadi centang perenang?
    emang centang perenang artinya apa-an?
    pasti loe pake istilah jawa yang gw gak ngerti yah…

    Replay:
    Centang ama conteng itu bersahabat karib.. sama dengan klowor & paijo… hehe..

    arti centang-perenang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia = tidak beraturan letaknya (malang melintang dsb); porak-parik; berantakan: segalanya ~ di ruangan itu; bisa cek di sini begicu….

  7. etikush mengatakan:

    oh…..
    jadi rupanya gw gak paham bahasa indonesia….
    hehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s