6 FENOMENA DALAM KOMIK SAMA-SAMA UNTUNG

Posted: 15 April 2009 in ARTIKEL
Tag:, ,

ENAM FENOMENA DALAM KOMIC SAMA-SAMA UNTUNG

Dalam posting terdahulu saya menampilkan sebuah komic jelek berjudul sama-sama untung , disana saya meninggalkan satu pertanyaan kepada pembaca untuk menebak 6 fenomena yang ingin saya sindir dalam komik tersebut, saya mohon maaf sebelumnya karena baru bisa menampilkan sekarang karena keterbatasan akses komputer dan juga waktu, karena ituartikel ini dibua buru-buru jadi kalauu banyak kalimat ngaco mohon dimaafkan….

Baiklah saya akan coba mengurai satu persatu:

1. NARSIS

Fenomena yang paling kentara sebenarnya adalah ke-narsis-an saya sendiri, yang ingin menampilkan apa saja yang mungkin saya bisa, salah satunya ya komik ini, meski sebenarnya jelek abis, tujuannya jelas supaya dipuji orang -halah- tapi jujur memang itulah salah satu tujuaannya, saya sebagai blogger secara pribadi nggak munafik akan hal itu…

Tapi meskipun begitu, saya yakin dari ke-narsis-an dan kesombongan saya sebagai blogger itu, saya harap ada sisi baik yang bisa diambil pembaca, menurut persepsi masing-masing tentunya, yah semacam kalau ketemu hal baik ya diambil dan digunakan, kalau ketemu hal buruk ya jangan digunakan, tapi minimal bisa diambil sebagai salah satu bahan alternative pertimbangan. Ya itu menurut saya…

2. BUSWAY.

Fenomena yang kedua adalah fenomena Busway itu sendiri yang merupakan salah satu alternative sarana transportasi yang bisa sedikit mengurangi masalah carut-marut transportasi di tanah air ini. Bahkan busway yang dulunya pertama kali muncul di Jakarta kini sudah merembet ke kota lain seperti jogja (TRANSJOGJA) meski namanya berbeda tapi konsepnya tetap sama.

Namun tidak dipungkiri bahwa tujuan busway atau apalah namanya itu belum bisa seperti yang diharapkan, saya memang belum pernah ke Jakarta tapi tulisan temen saya di blog Bang Gerilyawan, bisa dapat dijadikan salah satu rujukan mengenai kondisi ini, misalnya kapasitas ketersediaan armada dengan jumlah penumpang yang belum memadai yang menyebabkan kondisinya menjadi sangat padat dan mengurangi kenyamanan, sampai masalah pasokan bahan bakar berupa Gas yang beberapa waktu lalu sempat menjadi persoalan, yang masih perlu di tangani secara serius.

3. SARANA JALAN UMUM

Fenomena yang ketiga adalah masalah sarana jalan umum yang kurang memadai, Kalau kita merujuk beberapa analis di media masa, masalah transportasi sebenarnya lebih disebabkan oleh tidak seimbangnya kapasitas jalan dengan pengguna yang terus bertambah, peningkatan jumlah kendaraan pertahun dengan penambahan atau pelebaran ruas jalan yang tidak pernah berjalan seiring, belum lagi kegiatan masyarakat yang banyak menyita jalan sebagai tempat beraktifitas.

Hal tersebut bisa digunakan sebagai cerminan tentang pengelolaan sarana dan prasarana transportasi di tanah air, padahal Transportasi merupakan faktor utama dalam peningkatan perekonomian bangsa, kalau kita menengok masa lalu, keberhasilan china meraih peningkatan doble digit pertumbuhan ekonominya beberapa tahun belakangan, salah satunya selain pemebrantasan korupsi yang tekenal dengan semboyan Deng Xioping dengan “100 keranda mayat-nya” itu juga karena proses pembangunan sarana trasportasi diasaat dia berkuasa.
Dengan transporasi yang baik maka ongkos transport yang merupakan bagian dari cost of product bisa ditekan hal ini akan menarik infestor untuk berinvestasi, dengan sendirinya akan mengurangi pengangguran yang akan berdampak peningkatan konsumsi masyarakat yang pada akhirnya berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi nasional lihat Rumus Pertumbuhan ekonomi.

Sedang kan kita lihat di Indonesia pembangunan jalan yang sering jadi persoalan terutama soal kwalitas yang dihasilkan adalah jalan dengan kualitas buruk karena anggarannya lebih banyak di korupsi, sehingga jalan cepat rusak. Bagi teman2 kalimantan pasti akan gampang membandingkan jalan yang dibagun dengan baik dan jalan yang dibangun dengan sebarangan dengan melihat atau melewati ruas jalan Rusia, jalan yang dibangun Insinyur-insinyur Rusia sebelum masa pendudukan jepang tersebut yang panjangnya kurang lebih 34 km, sampai sekarang masih mulus dibanding jalan yang dibangun pada masa setelahnya oleh bangsa ini. Ini yang perlu kita jadikan perhatian dan pemikiran.

4. MORALITAS LACUR (sebelumnya saya mohon maaf bagi pembaca perempuan)

Fenomena berikutnya adalah Himpitan ekonomi ataupun tuntutan akan gaya hidup bisa membuat orang gelap mata, seperti tergambar ada seorang cewek mencopet dengan posisi maaf “PD” ( bagi yang nggak tahu singkatan PD bisa tanya di comment dan akan saya jawab via email), kita tahu bahwa PD adalah bagian tubuh yang cukup sensitive bagi seorang perempuan yang tabu untuk di sentuh orang lain, tapi karena butuh yang namanya uang maka apapun dilakukan bahkan lebih jauh sampai pada masalah prostitusi, ini adalah sisi moralitas bangsa yang sangat memprihatinkan. Saya nggak tahu harus bagaimana namun kalau masalah ekonomi bangsa ini lebih baik, peluang kerja semakin meningkat pasti masalah prostitusi juga akan berkurang, toh saya yakin tidak semua pelacur mau hidup terus sebagai pelacur.

5. MORALITAS LUNTUR

Ibarat kata “Loe jual Gue beli”, itulah yang selanjutnya terjadi, sehingga tidak sepenuhnya prostitusi menjadi melulu kesalahan kaum hawa, kaum adam pun berperan dalam masalah moralitas yang satu ini, laki-laki rela kehilangan uang hanya sekedar untuk melampiaskan nafsu birahi mereka. Kalau hal ini dilihat di komik itu ya semacam Paijo yang diam saja saat dompetnya di curi, karena keasikan dengan posisi “berdiri” nya itu.

6. BERKURANGNYA EMPATI PADA SESAMA.

Dalam gambar tersebut terlihat beberapa orang yang hanya kelihatan kepalanya saja saat duduk di jog BusWay, kita tahu kalau posisi tempat duduk di Busway adalah menghadap penumpang yang berdiri jadi kecil kemungkinan proses pencopetan tidak diketahui, tapi toh mereka diam saja, hal ini sering sekali terjadi, bahkan hari rabu yang lalu temen saya mengalami penjambretan saat berkendara sepeda motor pulang dari tempat kerja dia kehilangan dua HP dan sejumlah uang, dia teriak namun orang disekitarnya cuman diam saja, tidak ada yang membantu, entah karena takut pada penjambretnya atau memang mereka sudah mati rasa, toh bukan barang dia aja yang diambil.
Sikap saling bantu dan saling tolong menolong telah luntur seiring berjalannya waktu, padalah konsep saling tolong menolong itulah yang perlu, seperti semboyan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, coba kalau yang ngeliat itu teriak dan kemudian rame2 menangkap pencopet atau penjambret itu, mungkin penjahat akan berfikir duakali untuk melakukan pencopetan atau penjambretan lagi. Lunturnya sikap seperti itulah yang juga menjadi pusat perhatian, kalau orang nasionalis pasti mereka sudah mencela dengan kata “Tidak Pancasilais” karena tidak menghayati sila ketiga “Persatuan Indonesia” (bener nggak ya itu sila ke-tiga?).

Itulah ke enam fenomena yang saya ingin sampaikan, semoga tidak “ngoyoworo” (mengada-ada) tapi emang sepertinya mengada2 sih hehe…

Komentar
  1. etikush mengatakan:

    kalo boleh jujur, menurut saya busway adalah kendaraan yang nyaman, sangat nyaman.

    kenapa nyaman?
    silahkan bandingkan dengan kereta ekonomi jabodetabek.

    di dalam KRL ekonomi jakarta-bogor.
    percaya atau tidak, yang pegel tuh bukan cuma kaki, tapi juga tangan.

    bukan untuk bergelantungan, melainkan untuk menahan dorongan, supaya badan gak jadi gepeng, maka butuh tangan untuk menahan…

    tidak ada AC, yang ada adalah bau ketek cowok disebelah bercampur bau oli kereta dan bau hangus….

    mungkin jika saya adalah ulat, saya keluar dari kereta dalam kondisi pejret….

    Replay:
    iya-ya… meski lama nggak naik kereta.. tapi dulu sempat tersiksa masa ngawi – jogja yang biasa 4 jam bosa molor jadi 8 jam, itu pas lebaran sih…

    satu lagi.. pejret tuh apaan sih, baru dengar aku.. hehe

  2. bloggerjogja mengatakan:

    saya setuju dengan poin satu, narsis…biar tujuan anda berhasil, saya puji anda deh..he..he.he.

    tapi suer, bagus kok, sosial approach nya dapet…(sok tahu deh…😀 )

    Replay:
    Wakakaka…..

    makasih mas….

  3. etikush mengatakan:

    lebaran kan cuma setahun sekali….
    lagian kayaknya kalo lebaran sih mau naek apapun pasti jadi lebih lama deh, soalnya kan jalanan macet, mungkin yang gak macet cuma naek pesawat…
    (untung saya mudiknya masih di bogor juga…. hehehe….)

    kalo KRL jakarta-bogor tuh tiap hari pas subuh-pagi dan sore-malem, apalagi kalo ada trouble, bisa2 kebagian keretanya jam sebelas malem…

    kebayang dunkz dari jakarta jam sebelas malem…

    pejret tuh kalo ulat keinjek, trus cairan tubuhnya keluar…

    untung saya bukan ulat…

    Replay:
    Emang susah jadi manusia Etikush…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s