SAKURA MUSIM SEMI (puisi 32)

Posted: 28 April 2009 in PUISI

SAKURA MUSIM SEMI


Untuk Sahabatku : Mbak Tri Setyani

Semilir Angin Masih Kurasakan
Dingin mengalir di antara tetulang
Pasir berdesir perasaan
Melambai tangan-tangan mungil
Seperti melepas kekasih menuju perantauan

Biduk kita meluncur perlahan
Diiringi tarian riak jernih gelombang
Cita-cita membumbung ke awan
Mengharu biru samudra hakekat tujuan

Namun tak kusangka
Sungai ini bercabang dua
Menjelma lidah kobra racun berbisa
Yang tak jua tawar nurani rasa
Lantak retak seribu khayal
Kebersamaan yang kita bangun bersama

Sahabat, tawa candamu
Mungkin takkan terdengar lagi
Ibarat aura jingga di ujung cakrawala
Terbenam hingga tak berujud rupa

Namun dihati masih tetap terpatri
Ribuan memori indah
Merekah sakura musim semi

Apa yang hendak kita perbuat atas takdir-Nya
Mungkin hanya sekelumit do’a
Semoga sukses dalam asa dan cita
Bukan disini,
Tapi ditempat yang lebih sempurna

Sekenario indah
Dalam tabir sang maha Adil
Akan segera tersibak disana

Yogyakarta, 25 s/d 27 April 2009

Sukses di Pekerjaan Berikutnya, dan tentu saja bahagia dalam hidup serta dalam berumah tangga… amien

Iklan
Komentar
  1. hendra berkata:

    itu maksudnya yg di fb dulu opo

    Replay:
    iya ndra…

  2. suwung berkata:

    semoga segera tersibak bos

    Replay:
    Amien….

  3. Kulitintacetak berkata:

    Semoga sukses selalu … salam kenal …

    Replay:
    Amien…. salam kenal

  4. ria manies berkata:

    hemmm… lagi putus cinta yahhh….. 😀 yang sabar……

    Replay:
    nggak kok ria.. masa jomblo putus cinta.. kan belum ada ceritannya..

    pisah dengan temen kerja aja

  5. fachri berkata:

    waaaa puisinya keren bgt

    Replay:
    Makasih mas Fachri…

  6. rhinie berkata:

    ada perjumpaan… ada perpisahan…

    Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
    Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.

    Replay:
    Betul Rin

  7. balisugar berkata:

    Oh terbayang kembang sakura…yang indah berjatuhan di halaman, disana di tempat yang jauh…tempat yang lebih sempurna

    Replay:
    Makasih

  8. Mahendra berkata:

    Bukan disini
    Di perhentian sementara

    Disana
    Di negeri awal dan akhir

    Replay:
    ehm.. bukan mas… yang dipuisi itu membahas tempat kerja lama dan tempat kerja baru kok..

    makasih dah mampir

  9. geRrilyawan berkata:

    semoga sukses di tempat kerja baru buat mbak tri setyani…

    ente emang mantafff mas…masalah pindah kerja bisa jadi puisi macem begini 🙂 sipp deh…

    Replay :
    Amien..
    makasih ya mas

  10. kezedot berkata:

    terlepas dari jam berapa blue mambacanya namun tetap saja keren hasilnya .
    selamat malam bang
    salam hangat dalam dimensi bloger

    Replay:
    Trimakasih mas…

    Salam hangat selalu

  11. kezedot berkata:

    selamat berakhir pekan bang

    selalu bahagia bersama orang yg terkasih
    salam hangat dalam dimensinya blue

  12. kezedot berkata:

    malam bang
    sulitkah mengungkapkan perasanya pada seseorang?
    salam hangat dalam dimensi persahabatannya blue

  13. kezedot berkata:

    met berakhir pekan ya boz

    pa cabar?
    salam hangat dalam dimensinya blue

    Replay:
    trimakasih, salam hangat selalu

  14. dee berkata:

    andai puisi ini terbaca olehna, takkan pernah ia merasakan kesendirian, terasing dalam praduga…
    persahabatan adalah selamanya, tumbuh subur bagai tangga menuju syurga…bersama…

  15. haniv berkata:

    bagus bangettt…..

  16. haniv berkata:

    bagus bangettt…..
    inspiratif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s