LIDAH API (puisi 33)

Posted: 14 Mei 2009 in PUISI
Tag:, ,

LIDAH API

======
Kami hanya duduk berenam
Mengitari api unggun…

Anehnya hanya kemeretak
Ruang api yang terdengar
Mengiringi lamunan masing-masing kami

Sekali waktu kami hanya
Saling mencuri pandang
Mencoba menelisik relung ruang hati
Siapa tahu masih tersisa cinta
Dan bukan benci semata

Bukannya kami tidak ingin saling bicara
Atau memulai pembicaraan
Namun fikiran kami terlalu sibuk
Dengan kata yang tak sempat
Terpahat lidah pada dinding-dinding angin
Yang mulai membeku

Kami juga heran
Kenapa lidah ini menjadi malas bersilat
Padahal sebelumnya tak pernah henti
Menusuk karang,
Membelah kebenaran,
Menghujam keniscayaan

Apakah cahaya itu telah menyilaukan kami
Aku tidak tahu
Ataukah jilatan lidah api
Telah mengalahkan pamor
Sembilan lekuk lidah kami
Entahlah..

Yang berkecamuk sekarang hanyalah
Siapa yang lebih dulu
Menghujamkan lidahnya
Pada relung hati diantara kami
Hingga hanya tersisa satu saja…

Dan pastinya
Yang akan tersisa itu
bukanlah kami berenam
======

Yogyakarta, 15 Maret 2009

Komentar
  1. madagumilang mengatakan:

    dan membacamu
    serasa ada di sekitar lidah apimu

    salam kenal

    Replay:
    Salam kenal juga…

    makasih dah mampir..

  2. mas her mengatakan:

    mampir lagi sobat…
    puisi yang keren, saya ngga’ bisa buat puisi…

    Replay:
    Trimakasih

    soal puisi saya juga baru belajar kok mas.

  3. bluethunderheart mengatakan:

    pagi bang.
    wah blue harus baca nich postingan abang kita yg keren habez
    sukses ya
    salam hangat selalu

    Replay:
    Terimakasih… mas blue

    salam hangat selalu

  4. itempoeti mengatakan:

    semoga bukan lidah yang berbisa…

    Replay:
    Amin.. makasih ya mas

  5. ria manies mengatakan:

    membisuu, tak kuasa membicarakannnn seperti apa yang ada di pikiran?

    Replay:
    Makasih sebelumnya dah mau mampir…

    soal membisu itu semacam dulu waktu jaman ORBA atau sekarang masih terjadi, banyak orang menyembunyikan kebenaran karena takut dengan Pimpinan akhirnya ya sudah diam saja….

    menurut saya seperti itu..

  6. komuter mengatakan:

    tak hanya akan tersisa 6,

    Replay:
    Tapi habis kan mas… makasih

  7. kezedot mengatakan:

    agak siang hari ini saat blue menyapa abang kit
    semangat ya
    ok
    salam hangat selalu

    Replay:
    salam hangat blue

  8. geRrilyawan mengatakan:

    wuih…lumayan, anget disini hehehe…ada lidah api.

    mesti ati-ati emang pake lidah…(kok kaya ngapain aja pake lidah..), kadang lebih tajam dari pada pisau. katanya lho mas…

    Replay:
    Betul itu mas….

  9. kezedot mengatakan:

    selamat malam………….oya postingan yg bluethunderheart itu bukan fiksi bang but nyata kejadiannya di daerah sukabumi gityu dech
    salam hangat selalu

    Replay:
    Wih mantap dunk… sip deh

  10. elrangga mengatakan:

    Kuberkata tanpa lidah apiku,,

    Salam Hangat buat Teman Baru!
    🙂

    Replay:
    Terimakasih mas erlangga…

    salam hangat

  11. ceuceu mengatakan:

    wuihh.. puisinya bagus banget..
    salam kenal yaa..

    Replay:
    Terimakasih…
    salam kenal kembali

  12. bluethunderheart mengatakan:

    amalam yang dingin blue datang………………..
    salam hangat selalu
    mimpi yg indah ya malam nanti

    Replay:
    sip mas blue… maaf saya cuman bisa berkunjung di siang hari… salam

  13. kezedot mengatakan:

    pagi sahabat
    salam hangat selalu
    pa cabar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s