PISCES Bagian 1 (CERPEN 1)

Posted: 17 Juni 2009 in CERPEN
Tag:, , , , ,

ini adalah bagian 1 cerpen pertama buatan saya, seperti sudah pernah saya bilang di PARODI HARTA VS KECANTIKAN sebenarnya aku bingung apakah ini cerpen atau monolog… kasi pendapat ya

PISCES (Bagian 1)

Dia tengadah lagi malam ini, memandangi bintang gemintang yang bertaburan di angkasa maha luas. Entah apa yang dia fikirkan, sejenak kemudian tangannya di acung-acungkan ke atas, di gerakkan kekanan dan kekiri, kedepan lalu kebelakang, kesegala arah hingga penjuru mata angin tak mampu mewakili gerak gemulai telunjuknya “Aku sudah bosan dengan rasi bintang Pisces” katanya bergumam. Ehm.. rupanya dia ingin merajut bintang untuk menemukan rangkaian rasi bintang baru yang akan dia beri nama sendiri, mungkin sesuai dengan namanya, mungkin sesuai dengan nama istrinya atau mungkin salah seorang dari ketiga anaknya.

“Aku ingin rasi bintang itu yang menuruti ku” gumamnya lagi… ehm rupanya selama ini dia kesal dengan rasi bintang yang telah terbentuk sejak jaman romawi kuno. “Yah Pisces, kenapa aku harus lahir di bulan maret, sehingga harus menyandang zodiac Pisces sialan ini. Lihatlah hidupku sekarang, aku sudah bekerja banting tulang siang malam, sudah aku pertaruhkan semua yang ada tapi kenapa hidupku masih saja sengsara. Aku sudah mencoba semua pekerjaan dari tukang batu, kuli, kernet angkot, sales, berdagang asongan, dan sekarang cleaning service yang sudah aku jalani selama lebih dari lima tahun, tapi manakah hasilnya, tidak ada perubahan berarti.

Aku sadari bahwa aku hanya lulusan SMU, tidak kuliah tapi apakah aku harus menyalahkan orang tuaku yang tidak mampu menyekolahkan aku ke jenjang yang lebih tinggi karena aku memang dilahirkan dari keluarga miskin, apakah aku harus protes pada tuhan kenapa aku dilahirkan di keluarga miskin bukan keluarga kaya, hingga aku bisa melanjutkan kuliah, bahkan bisa memilih kampus mana aja, meski nilai NEM SMAku pas-pasan, meski aku bodoh, karena dengan uang aku bisa dapat apa saja termasuk gelar sarjana. Protes pada tuhan! Ah rasanya tidak mungkin” karena aku masih percaya tuhan itu maha adil. Dan untungnya lagi aku masih diberikan kuat iman hingga tidak perlu menggadaikan akidah. Dunia memang tidak adil, tapi aku percaya tuhan maha adil, ada imbalan setimpal yang menungguku atas kesabaranku.

Setelah lebih dari tiga jam tapi belum juga berhasil membentuk rasi bintang baru. Rupanya dia menyerah untuk malam ini, perlahan dia seret kedua kakinya masuk kedalam rumah kontarakan. Istrinya yang sedari tadi sibuk memanggang sepatunya yang satu-satunya yang basah karena kehujanan tadi sore, tidak bergeming melihat keanehan yang tampak pada suaminya itu. Rupanya dia sudah hafal betul peringai suaminya kala gundah dan gelisan, lebih baik menyimpan dulu persoalan yang sepanjang siang menyelimuti pikiran sang istri, dari pada mendapat pertengkaran yang tidak menyelesaikan masalah, nanti saja kalau suaminya sudah hendak tidur kusampaikan, batin sang istri

Dasar bintang sialan, gumam sang suami sambil membanting pantatnya yang tepos setepos kursi sofa yang dia sendiri sudah lupa tahun berapa dia beli. Hingga lubang-lubang menganga seperti mulut kera yang menjulurkan lidah kain perca warna-warni seakan mengejeknya. Diseruputnya teh pahit yang memang sudah sedari tadi disediakan sang istri sebagai tradisi peninggalan ibunya, mungkin bisa mewakili rasa hormat dan penghargaan pada suami.

Sambil menghela nafas panjang dia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, pikirannya melayang lagi menerawang mencari jalan keluar masalah kehidupannya, “memang hidup ini tak adil, batinnya berbisik, orang-orang bejat yang tidak pernah mengenal tuhannya, yang suka memperdaya orang lain, justru hidup kecukupan, sedang orang yang setiap saat berdoa dan sembahyang pada tuhannya justru di beri kesengsaraan. Kenapa mereka para pejabat laknat, bisa mendapat harta berlimpah, mobil mewah, rumah megah, hidup serba berlebihan meski dari jalan korupsi atau apalah namanya, tapi apakah aku harus menjadi laknat, oh tidak biar aku tidak berpendidikan, tapi aku masih punya nurani yang murni, bukan nurani sekedar janji atau nurani yang hanya nisbi.

BERSAMBUNG…

Komentar
  1. bluethunderheart mengatakan:

    dan blue harap rasi bintang itu tetap bersinar pada karya karya abang kita ini
    blue suka bang!
    blue nanti kelanjutannya,ya
    salam hangat selalu

    Replay:
    makasih mas blue…

    salam hangat selalu

  2. bluethunderheart mengatakan:

    oya blue bintangnya VIRgo nanti buatkan untuk blue yah………….halah!
    salam hangat selalu

    Replay:
    Hehe semoga bisa mas blue… tapi kalau virgo pasti ceritanya romantis…
    salam hangat mas blue

  3. jatmiko mengatakan:

    mampir bro…….trimakasih

    Replay:
    monggo-monggo, wedange nggawe dewe ya rasah sungkan2

  4. jatmiko mengatakan:

    aq wis ketok keren mas neng blogg…hahahahaha

    Replay:
    ndi mau aku nilikki rung ketok… nang kene yo udu gambarmu…

  5. geRrilyawan mengatakan:

    cerpen nih kayanya…
    tapi bedanya apa to cerpen sama monolog…? (nggak ngerti kok sok2an ngasih komentar😀 )

    Replay:
    sepertinya perlu nanya ke mas Cantigi ya mas… tanyain donk.. hehe

    makasih dah mampir

  6. omiyan mengatakan:

    hhmm merenung sembari menunggu kelajutannya

    Replay:
    Makasih mas omiyan.. besok insya’Allah ku Upload.. kalau nggak sabtunya

  7. KangBoed mengatakan:

    hmm.. ALLAH sangat mencintai dan merindukan hamba hambanya yang membangun keheningan malam dalam tangis kerinduan…
    Salam Sayang

    Replay:
    pasti itu mas.. apa lagi sepertiga malam yang terakhir… cuman bagi saya kok masih berat ya… kasih triknya dong mas…

    salam sayang juga…

  8. WANDI thok mengatakan:

    Waw, ceritane bersambung to mas. Iklan dhisik yo😀 Tak tunggu waelah nganti atine ora sinis Bi meneh yo🙄😀

    Replay:
    iya mas… insya’Allah aku upload lanjutannya jum’at atau sabtu

  9. chie mengatakan:

    jangan menyalahkan rasi bintang..
    jangan mengubah rasi bintang..
    tpi mulailahh mengubah cara hidup qtha terlebih dahulu..*klo mmg ada yg salah..*

    Replay:
    Makasih sarannya Chie…

  10. etikush mengatakan:

    mungkin masalahnya bukan karena dia pisces…
    mungkin masalahnya adalah karena dia minum teh pahit…

    teh pahit membuat hidup anda terasa pahit…
    hehehe….

    eh, siapa bilang orang bejat dan laknat hidupnya bermewah-mewahan dan enak?

    di Lapas tuh banyak orang bejat dan laknat hidupnya nelangsa…

    apalagi kalo uda bejat, laknat, g*bl*k, nah uda pasti deh sengsara seumur-umur….

    kalo pengen hidup enak, gak perlu menjadi laknat, tapi jadilah cerdas, jangan g*bl*k…..

    gak kuliah gak apa-apa, yang penting gak g*bl*k….

    lagian masih bisa ngontrak rumah aja, uda banyak ngeluh… wah, gimana sih…

    masih mending tuh punya sofa jelek, padahal banyak yang laen cuma punya tiker….

    Replay:
    Iye.. bu guyu… hehe

  11. kweklina mengatakan:

    knpa tuhan dalam ceritamu pakai huruf kecil…

    wah…nanti aku balik lagi menikmati cerpen2mu…kebebtulan aku suka juga membuat dan menikmati cerpen.

    salam…

    Replay:
    maaf nggak teliti, ok aku edit sekarang… makasih ya..

  12. simple guy mengatakan:

    cerita nya seakan2 kisah ku…kepada etikush… kamu ngak tau perasaannya… ia mmg bersyukur.. tp kdg2 kita rasakan kita engak mampu untuk berdiri… penglihatan kita.. mereka2 senang aja berdiri…ya selalunya org2 bgitu ajak kaya raya…walaupun mereka sengsara, tp mereka ngak peduli…jdnya kasih syg itu kurang..

    saya jugak pieces… hidup penuh berantakan.. tp Tuhan maha adil. ya saya pasti, bila saya dibawah akan tiba masanya saya diatas… ya saya jugak pernah sih diatas sblm ini… ya sya jadi jahat… tuhan itu maha adil.. di tariknya apa yang ada saya miliki.. sekrang saya di bawah..andainya sya bisa keatas nggk akan lagi jadi begitu… pengajaran…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s