PISCES Bagian 2 (CERPEN 1)

Posted: 19 Juni 2009 in CERPEN
Tag:, , , ,

Sambungan dari Bag. 1

PISCES (Bagian 2.. selesai)

Dia ambil lagi gelas dan meminum teh yang tadi, meski tinggal seteguk saja, lumayan lah untuk sekedar membasahi kerongkongannya. Kemudian dia lirik istrinya yang duduk dengan kipas bambu yang digoyang-goyangkan kekiri dan kekanan mencoba membujuk angin bersatu dengan api supaya lekas kering sepatu sang suami.

Kasihan juga melihat istriku ini dia rela tidur tengah malam hanya untuk mengeringkan sepatuku yang akan aku pakai besok pagi, dan dia akan melakukan itu hampir tiap malam kecuali malam minggu tentunya karena bisa dijemur di hari minggunya. Ohooy seperti anak muda saja batinnya tersenyum kecut

Maafkan aku istriku, dulu aku yang merayumu dengan janji-janji yang nyatanya tak pernah bisa kau tepati, kalau saja aku tidak merayumu seperti itu mungkin sekarang kau tak pernah lagi berperang melawan kantukmu hanya untuk mengeringkan sepasang sepatu.

>Kalau saja kau mau menuruti orang tuamu menerima pinangan mandor tebu dan memutuskan tali cinta kita, melupakan bujuk rayuku mungkin sekarang kau sudah bersuka cita, bercanda dengan pudel-pudel cantiknya yang lucu dan manja.

Bukan Cuma itu kau mungkin juga bisa makan enak tidur nyenyak bisa rekreasi kemanapun kau suka, atau minimal kau tidak di ejek tetangga karena tidak mampu mengimbangi gosip mereka tentang artis sinetron yang ganteng dan cantik, yang selalu tayang tiap hari, tiap jam, karena aku memang tidak mampu membelikan membelikan TV untukmu.

Meski mungkin kau bisa menyergah ejekan tetangga dengan mengatakan bahwa sinetron adalah tayangan remeh-temeh, tidak punya nilai seni, jarang sekali memberi nilai positif, atau tayangan yang hanya mengganggu proses belajar anak, karena di putar bersamaan dengan saat anak-anak seharusnya belajar.

Tapi aku juga sadar kalau kita kadang perlu sekedar beremeh-temeh untuk menghilangkan atau minimal mengurangi beban hidup yang menghimpit dari waktu-kewaktu.

Tapi itulah yang membuatku bangga padamu cantikku, kau tetap tabah menerimaku dengan nasib seperti ini. Kaulah anugerah terindah yang kudapat selama hidupku. Kau lah yang menjadi semangat hidupku yang membuatku mampu bertahan dari himpitan nasib, mungkin tanpa dirimu aku sudah mati dulu-dulu entah menceburkan diri di sungai atau menabrakkan diri ke kereta Api. Ingin selalu ku kecup keningmu, kubelai rambutmu, atau bahkan ku basuh telapak kakimu untuk menggambarkan betapa besar cintaku padamu

Sekarang aku cuma bisa berdoa semoga ada keajaiban yang mampu mewujudkan mimpi-mimpi muda kita dulu, gumamnya sambil bangkit dan kemudian berjalan menuju pembaringan, mencoba membuat tawar rasa lelah setelah seharian bekerja.

Sebelum sampai pada pembaringannya, matanya tertuju pada satu amplop yang tergeletak di meja makan hijau kusam, peninggalan ibunya, dia dekati kemudian di baca:

Kepada Yth,
Bp. Kosim
Wali dari
Ali Mujafar

Dengan hormat,
Mohon segera melunasi tunggakkan pembayaran SPP anak bapak tiga bulan terakhir, paling lambat 3 hari setelah surat ini diterbitkan.

Kami tidak akan memberikan TOLERANSI LAGI kepada Anak Bapak jika sampai tanggal yang telah kami tetapkan tadi, Bapak belum bisa melunasinya, dan kami terpaksa akan mengeluarkan Anak Bapak yang bernama Ali Mujafar dari sekolah ini.

Demikian Surat ini kami sampaikan, mohon perhatian dan kerjasamanya. terimakasih

Hormat saya,

Parman
Kepala Sekolah

Astagfirullahhalazim, seketika kepalanya terasa berputar, pandangannya kabur. Dengan sisa-sisa tenaga dia seret kakinya kehalaman rumah, mencoba lagi menyusun bintang, tetapi yang didapat hanya gerimis hujan yang nyiyir menampari mukanya….

Selesai

Komentar
  1. KangBoed mengatakan:

    Pertamaaaaaaaax… tambah mantaaaaabs ceritanya… semoga langgeng tak lapuk di makan waktu.. semakin indah terus..
    Salam Sayang

    Replay:
    Makasih mohon doanya…….

    salam sayang

  2. purwaka mengatakan:

    yang kedua nie , i just want to say HELLO😀

    Replay:
    hello juga….

  3. suwung mengatakan:

    ketigax ngak papa kan?

    Replay:
    nggak apa2 mas santai aja… monggo pinarak lenggah, pon sekecaaken nggih… hehe

  4. hendra mengatakan:

    oohh… speachles.

    Replay:
    mbok ngomong ndra… pumpung yang dilarang bicara sembarangan baru di email, di blog belum ada yang ketangkap… ngomong aja.. hehe

  5. suwung mengatakan:

    sip akhirnya selesai… gitu to kelanjutanya

    Replay:
    iya mas jelek ya.. hehe

  6. bluethunderheart mengatakan:

    duh makasih atas sajian ini ya sahabat!
    selamat menikmati akhir pekannya
    salam hangat selalu
    blue nantikan yg lain datimu

    Replay
    Sama2 mas blue, saya dah nyiapin satu cerpen lagi judulnya “GAUN PENGANTIN MERAH”

    trimakasih

  7. chie mengatakan:

    bakal bersambung ke aries g mas??!!
    atw cukup ampe dsni ajahh???

    Replay:
    nggak kok.. udah sampai di situ juga… yang berikutnya judulnya “GAUN PENGANTIN MERAH” tunggu aja ya.. lagi proses finishing…

    makasih ya chie

  8. etikush mengatakan:

    kok bentuk suratnya aneh yach?
    tulisan kepala sekolah-nya paling bawah?
    hehehe…

    bisa saya tarik kesimpulan bahwa ini pastilah sekolah yang kurang/tidak bermutu.
    dengan kata lain, ini adalah sekolah yang tidak bonafit.

    ini adalah sekolah swasta kelas ekonomi menengah kebawah…

    jangan kuatir pak Kosim,
    sekolah swasta kelas ekonomi menengah ke bawah, hanya mengeluarkan siswanya, jika siswa tersebut sudah menunggak SPP selama tiga tahun.

    atau jika sudah mau ujian kelulusan, tapi siswa masih belum mampu menyerahkan ijazah asli dari sekolah sebelumnya.

    misal uda mau ujian nasional SMP, tapi ijazah SD-nya masih ditahan ama SD karena belum dibayar lunas.

    karna gak bayaran dua tahun dan gak ada ijazah asli dari SD, nah saat itulah anak anda akan dikeluarkan…

    tapi kalo masih SD sih, dijamin gak bayaran tiga tahun pun gak akan dikeluarkan, cukup orang tua datang ke sekolah pake baju rombeng…

    guru2nya juga ngerti kok…

    guru2 yang mengajar di sekolah kelas ekonomi menengah ke bawah sangat mengerti, bahwa gajian adalah saat dana BOS cair, bukan setiap awal bulan…..

    Replay:
    Bisa Aja loe.. hehe.. makasih ya

  9. KangBoed mengatakan:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang saudaraku

    Replay:
    Sama2 masBoed

  10. dee mengatakan:

    sip…
    Musibah itu,hanya satu penderitaan,Tapi jika mengeluh maka menjadi dua.Satu penderitaan karena musibah,satu penderitaan hilangnya pahala dari musibah yang semestinya ia terima…
    sesungguhnya kesabaran itu tidak ada batasannya,kalau kita ingin menikmati buah dari kesabaran itu…
    wallahu’alam bisshowab

  11. kezedot mengatakan:

    blue nantikan cerpennya bang
    selamat malam
    salam hangat selalu

    Replay:
    Doain aja ya mas
    salam hangat

  12. nova mengatakan:

    salam kenal ajah😀

    Replay:
    Salam kenal balik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s