TASLAN (Cerpen 2)

Posted: 14 Juli 2009 in CERPEN
Tag:, ,

TASLAN

Aku hanya terpana diantara ratusan warga kampung yang entah iba atau bahagia memandangi tubuh membujur kaku bersimbah darah, kepalanya pecah, tulang tangannya patah dan paha kirinya robek hingga tak henti mengucurkan darah.

Taslan, yah pemuda tuna wicara itu adalah pemilik dari tubuh yang membujur kaku di tengah jalan desa itu, pemuda yang sampai usia 40 tahun belum juga menikah, meski sebenarnya ada beberapa warga yang meminta untuk menikahi putrinya, namun entah mengapa dia menolak, dia hanya menunjuk-nunjuk mulutnya jika ada orang yang mengajaknya bicara soal pernikahan.

Meski tuna wicara, Taslan sebenarnya memiliki banyak kelebihan selain wajahnya yang lumayan tampan, jujur dan pekerja keras, lagi pula dia telah memiliki penghasilan yang lumayan sebagai penjual nasi goreng keliling, setiap malam dari satu kampung ke kampung lainnya, karena nasi gorengnya enak maka dagangannya pun laris.

Taslan memang bukan dari keluarga kaya, dia hanya anak seorang buruh tani yang semenjak usia tiga bulan sudah yatim karena ditinggal meninggal ayahnya yang meninggal karena jatuh dari bangunan lantai lima di Jakarta saat menjadi buruh tukang batu di bangunan itu. Pendidikannya pun hanya sampai kelas 3 SD.

Sebelum berdagang nasi goreng Taslan sebenarnya pingin ikut teman-temannya meranatau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan, namun selalu di cegah oleh ibunya, mungkin trauma atas kematian suaminya dulu. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk berdagang nasi goreng saja dan ternyata laris.

***
Awalnya aku tak menyangka kejadian ini akan terjadi, malam itu seperti malam-malam sebelumnya, aku selalu pulang agak malam dari kantor dengan sepeda motorku. Sebenarnya rumah kontrakanku tidak melewati jalan itu, hanya kebetulan saja tidak jauh hingga riuh suara teriakan warga membuatku penasaran dan bergegas mencarinya.

Pukul…!!!, bunuh Taslan…!!!, Rajam…!!!, Telanjangi…!!!, Bakar…!!!, suara-suara itu begitu mengerikan, namun sayang sesampai di tempat kejadian aku sudah terlambat, Taslan sudah menjadi mayat.

Aku hanya melihat diantara kerumunan warga desa, sosok seorang pria tinggi besar meski sudah agak tua, dia adalah Karjo Kepala Desaku, aku merasa aneh dengan senyumannya malam itu, semacam senyum kemenangan, itulah yang membuatku penasaran sampai hari ini.

Karjo adalah kepala Desa yang baru menjabat 2 tahun yang lalu, kemenangannya sampai sekarangpun masih sering menjadi perbincangan warga, karena kecurangannya yang begitu kentara, yah kalau bukan karena Money Politic yang besar tidak mungkin dia akan memenangkan pemilihan itu, terdengar pula kabar bahwa biaya yang dia pakai untuk menjadi Kepala Desaku mencapai angka Ratusan Juta, untuk desa yang lumayan kecil dan terpencil angka itu sudah tidak wajar, apalagi kalau menjabatnya tidak sampai akhir masa jabatan, wah mana mungkin balik modal.

***
Terdengar kabar burung, bahwa kematian janda muda tanpa anak minggu lalulah yang menjadi asal-muasal kematian Taslan, Janda itu bernama Karti, dia di juluki janda kembang karena wajahnya yang lumayan, bodynya juga menawan, apalagi cara berpakaian dan dandanannya yang bikin hati laki-laki di desaku berdesir dan menelan ludah melihatnya, maklum Karti adalah mantan TKW dari Hongkong, jadi wajar kalau dandanan gaya metropolitan Hongkong pun terbawa sampai ke Indonesia.

Dia sebenarnya belum lama menjanda kira-kira 1.5 tahun yang lalu saat itu dia masih di Hongkong, suaminya mati dalam sebuah kecelakaan, dan itulah yang memaksanya untuk pulang ke Indonesia.

Berdasar Visum dari kepolisian ternyata kematian Karti bukan kematian yang wajar , dia mati karena di cekik karena jelas terlihat guratan warna biru lebam pada lehernya, namun yang lebih mengejutkan, ternyata karti sedang hamil tiga bulan.

***
Sampai satu minggu setlah kematian Karti, belum juga ada kabar mengenai siapa dalang atas kematiannya dari pihak kepolisian, meski begitu ditengah warga mulai ada desas-desus bahwa yang melakukan pembunuhan itu adalah kepala desa, yang memang sudah terkenal suka main perempuan, namun karena dikenal kejam dan punya bodyguard preman, maka tidak ada yang berani secara terang-terangan melaporkan, apalagi tidak ada bukti kuat kuat atasnya.

Namun entah mengapa justru malam itu Taslanlah yang mati dan di tuduh membunuh karti, memang ada beberapa alibi meskipun samar yang bisa memojokkan Taslan, selain Karti adalah pelanggan nasi goreng taslan, dan hampir tiap malam Karti pesan nasi gorengnya, dimalam kematian karti entah mengapa taslan tidak jualan, sesuatu yang memang jarang terjadi, meski kata ibunya dia tidak jualan karena tidak enak badan, tapi apa daya tidak ada saksi lain yang mengatakan taslan sakit dan dirumah saja.

Hingga tuduhan itu dengan mudah hinggap di tubuh Taslan, tuduhan atas perbuatan serong Taslan dan Karti, yang menyebabkan Karti hamil. Dan diduga karena Karti meminta Taslan bertanggung jawab, maka untuk mengatasi malu maka Taslan membunuhnya.
Tapi apakah benar Taslanlah yang membunuh karti, tidak ada yang pernah tahu pasti bahkan polisi, apalagi kalau fikiranku melayang mengingat senyum kemenangan kepala desaku di saat kejadian. Aku semakin penasaran.

Komentar
  1. KangBoed mengatakan:

    pertamaaaaaaaxxxxzzzz

  2. cantigi™ mengatakan:

    thanks salamnya bro.. ^_^

    Replay:
    sama-sama mas.. hehe

  3. cantigi™ mengatakan:

    eko, kayaknya ini bagus kalo dikumpulin, jadiin buku aja..:mrgreen:

    Replay:
    Mohon do’anya ya mas… ini baru yang ke dua, semoga segera aku tampilin yang ketiga, sekarang baru nyari ending yang tepat… sekali lagi mohon do’anya ya mas….

  4. Mahendrattunggadewa mengatakan:

    ayoooo lanjutkan!!!
    aku yo penasaran jeeee…

    Replay:
    hehe maaf mas ini nggak bersambung je… sengaja ceritanya di buat nggantung biar pembaca bebas mencari endingnya sendiri sesukannya…

    makasih dah mampir

  5. Kuliah Gratis mengatakan:

    Aku jadi penasaran………..Wah kok bersambung………..

    Replay:
    hehe maaf mas ini nggak bersambung je… sengaja ceritanya di buat nggantung biar pembaca bebas mencari endingnya sendiri sesukannya…

    makasih dah mampir

  6. KangBoed mengatakan:

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

    Replay:
    Wa’alaikumsalam…

  7. indra1082 mengatakan:

    Taslan..oh…Taslan….🙂🙂

    Replay:
    Kenapa sih dirimubegitu taslan…. heheh

    makasih dah mampir

  8. chie mengatakan:

    dan aq puN makiN penasaraN gmN kelanjutan ceritax
    *walopuN katax g ad lanjutanx..:( *

    Replay:
    di lanjutkan sesuai imagi chie aja ya….

    makasih loh chie

  9. hendra mengatakan:

    Kekuatan yang besar dan dzalim… Jangan biarkan menang !!!
    intinya…. Aku cuman mau bilang “Jangan menyerah”

    Replay:
    Siap Pak Bozz…..

  10. dee mengatakan:

    ga bersambung, end of which is the secret …

    Replay:
    Yup…. lanjutin sesuai imagi dee sendiri we lah

  11. cantigi mengatakan:

    hayu update bagian ke 3..

    Replay:
    Iya mas… nih lagi separo ngetiknya… moga aja bisa cepet kelar mas… pa lagi kerjaan numpuk bangt nih

  12. dobleh yang malang mengatakan:

    sore bang
    blue selalu ingin abang tak berhenti berkarya
    karena blue akan selalu mensuport apapun yg abang tampilkan
    Love seni dech pokokne
    salam hangat selalu

    blue nanti kelanjutannya

  13. dobleh yang malang mengatakan:

    met berakhir pekan ya bang
    semoga menyenangkan harinya
    salam hangat selalu

  14. KangBoed mengatakan:

    Waaah.. lagi liburan mas.. yayaya
    Salam Sayang

  15. etikush mengatakan:

    ayahnya yang mati
    suaminya mati

    kenapa sih mesti mati?
    kenapa gak meninggal?

    soalnya gw agak gak sreg klo harus ngomong
    “nyokap gw mati, bokap gw kawin lagi….”

    Replay:
    Ok… makasih atas sarannya, kan gue edit deh…

  16. bluethunderheart mengatakan:

    dan sore ini pun blue datanggggggg
    pa cabar sahabat
    salam hangat selalu

  17. KangBoed mengatakan:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku

    Replay:
    sama-sama mas

  18. KangBoed mengatakan:

    apdeeeeeeeeeeeet dunk

    Replay:
    maaf kang lagi repot banget je…

  19. Nisa mengatakan:

    Wah… tulisannya keren tenann…. *pingin bisa buat yang kaya gini*

    salam kenal ya ^^v

    Replay:
    Makasih ya Nisa… ku lagi belajar kok… doain bisa berkembang ya…..

  20. bluethunderheart mengatakan:

    moga malam minggunya membuatmu senang yah
    salam hangat selalu
    pa cabar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s