PENYAIR LUPA PURNAMA (puisi 39)

Posted: 24 Juli 2009 in PUISI
Tag:, , , , , , ,

PENYAIR LUPA PURNAMA

***

Entah tenggelam oleh awan
Atau lupa asal-muasal malam

Kata sunyi menari sendiri dalam kelam
Lembut gemulai gerakannya
Membuat penyair itu terpesona
Hingga tak sempat merangkainya
Menjadi puisi apalagi prosa
Meski dia telah mencoba
Mengundang kata lain ikut berdansa
Dengan menabuh melodi hati
Menjadi orkestra rangsa

Rupanya Penyair itu lupa
Bahwa malam ini purnama
Yang membuat kata lain sibuk melukis bulan
Dalam lomba seni rupa
Dan telah lupa hakekat hidupnya
Dalam takdir karya sastra
****

Yogyakarta, 8 s/d 10 Juli 2009

Komentar
  1. naufalanalis mengatakan:

    Pemilihan diksi boleh juga. Coba kurangi gaya naratif, sehingga terkesan lebih abstrak dan kontemporer

    Replay:
    makasih sarannya ya mas…

    komment yang seperti ini lah yang selalu saya tunggu…

  2. WANDI thok mengatakan:

    Mo tanya mas:
    Kalo kita BW n postingane pulisi itu inyaknya komeng apaan yah?🙄 ^O^ Soale aku gak sulit memahami makna pulisi.
    Pulisiku paling cendhak sedunia:
    4×4=16.😀 ^O^

    replay:
    wekekek…. tapi 4×4=16 itu puisi yang paling terkenal se-Indonesia raya… dan paling manjur je

  3. Daniel mengatakan:

    komentar apaan yah, saya gak paham puisi..
    tapi enak dibaca nih…🙂

    Replay:
    makasih ya mas….

  4. mimpiku mengatakan:

    mantab

    Replay:
    Makasih

  5. geRrilyawan mengatakan:

    wah kalo mas klowor nunggu komentar dari saya kaya komentarnya mas naufalanalis di atas, nggak bakal kesampean…

    nggak ngerti yang kayak begituan, nyerah wis🙂

    Replay:
    wah… kalau ama mas gerilyawan aku belajar buat parodi asik, lucu, usil, tapi berbobot aja deh🙂

  6. cantigi mengatakan:

    sebenernya panyair itu sudah bikin karya sastra dalam jiwanya, engga semua rasa harus di analogikan dalam puisi, prosa, atau diksi bukan?
    keep good work bro..

    Replay:
    Makasih mas Cantigi…🙂

  7. KangBoed mengatakan:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku

    Replay:
    Salam cinta damai dan kasih sayang juga kangBoed

  8. manikarum mengatakan:

    mantab…tapi apa iya puisi se-upil gini ditulis dalam waktu 3 hari mas?

    Replay:
    Makasih ya mas… soal tiga hari itu bener… maklum lagi belajar mas…

  9. dee mengatakan:

    penyair lupa purnama, pembaca lupa bentar lagi ramadhan…capek dech…

    Replay:
    kan masih sebulan lagi bu Dee

  10. bluethunderheart mengatakan:

    blue ikutan comandnya kang cantigi ach…heheh
    blue semakin suka postinganmu sahabat
    semangat yah
    salam hangat selalu

    Replay:
    makasih ya mas blue, maaf ku jarang bisa membalas kunjungan mas blue… harap maklum ya

  11. aq mengatakan:

    ternyata dkau jago nulis yg beginian .. salut..

    tp yg q cari kok g ada niiiyy ….

    Replay:
    thanks

  12. etikush mengatakan:

    maksudnya penyairnya pikun?

    Replay:
    hehehe… bukannya pikun cuman kebanyakan utang… hehehe

    • etikush mengatakan:

      oh, pantesan, gw pernah denger klo org banyak utang tuh jadi terkena sindrom pikun….
      berarti bener yach….
      utang tuh mempercepat kepikunan…🙂

      Replay:
      wah jelas itu… hehehe

  13. itempoeti mengatakan:

    aku komen sing iki wae…
    aku emoh komen sing “gaun pengantin merah”.., mau lihat endingnya dulu baru komen…

    tak ingin daku mengulang kasus TASLAN.. menunggu lanjutannya.., jebul ra methungul…

    hihihihihihi…😀

    Replay:
    hehehehe….. udah kok mas sekarang dah ku upload itu bagian terakhir CERPEN GAUN PENGANTIN BAGIAN 3 selamat menikmati

  14. Ojrak mengatakan:

    Aku yo gak paham puisi, tapi menurutku puisimu yang ini bagus, Wor. Entah kenapa…

    Replay:
    makasih ya.. atas pujiannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s