GAUN PENGANTIN MERAH (cerpen 3) bagian 3 Selesai

Posted: 5 Agustus 2009 in CERPEN
Tag:, , , ,

Sambungan dari Bag. 2

GAUN PENGANTIN MERAH bagian 3 Selesai

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat di cegah. Saat dalam perjalanan menuju rumah bibi, Mas Ihsan mengalami musibah, motornya tertabrak mobil yang pecah ban yang tak dapat dikendalikan, sampai masuk jalur berlawanan dan menabrak Mas Ihsan, begitulah cerita dari beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian.

Itulah kejadian yang membuat hidupku seperti kiamat, meski aku belum mengetahui separah apa kondisi Mas Ihsan. Mas Fajar, kakak kandung Mas Ihsan hanya memintaku ke Rumah Sakit, aku menanyakan kondisi mas Ihsan, tapi Mas Fajar hanya bilang dia tidak apa-apa, dan hanya memintaku untuk segera ke sana. Aku saat itu ragu kalau Mas Ihsan kondisinya tidak parah, kalau tidak parah kenapa tidak Mas Ihsan sendiri yang mengabariku tapi Malah Mas Fajar, dan kalau ku perhatikan suara mas Fajar lewat HP tadi, sepertinya dia menahan tangis. Tidak tenang hatiku, seketika ku minta Ayah dan ibuku untuk mengantarku ke rumah sakit.

Sesampai di rumah sakit aku tak kuasa menahan tangisku dan seketika pecah sejadi-jadinya langit serasa runtuh seketika saat ku dapati kekasih hatiku, orang yang aku idam-idamkan menjadi pendamping hidup, sekarang terbujur tak berdaya, dengan tabung infus, dan alat bantu pernafasan terpasang ditubuhnya, kondisinya koma karena mengalami trauma berat di kepala, ku peluk ibu yang tak henti-hentinya memintaku bersabar, tawakal, dan meminta yang terbaik untuk kami berdua, bukan cuma Ibu yang menghiburku, Ayahku, Ibu dan Bapaknya Mas Ihsan Termasuk Mas Fajar juga ikut menasehatiku.

Hari-hari selanjutnya waktuku kuhabiskan untuk menunggui Mas Ihsan di Rumah Sakit, aku tak mau meninggalkannya, tidak henti-hentinya aku berdoa untuk kesembuhannya membacakan ayat-ayat suci Alqur’an di sebelahnya, namun selama tiga hari tidak ada perkembangan berarti, Mas Ihsan tidak bergerak sedikitpun, hanya monitor perekam detak jantung (Elektrokardiogram) saja yang masih membuatku punya sedikit asa, apalagi selalu ada beberapa saudara dan teman-teman baik dari aku maupun mas Ihsan yang datang menjenguk, ikut mendo’akan dan memberi support padaku untuk sabar, kehadiran merekalah yang menguatkan mentalku yang kian hari kian kacau.

***

Tibalah di hari ke empat, hari itu jum’at, sekitar pukul 11.00 WIB seperti biasa aku membaca Ayat-ayat suci Al Qur’an kebetulan surat yang aku baca adalah surat Al Faathir ayat 1 & 2, di dampingi ibunda Mas Ihsan, tepat setelah aku selesai membaca ayat ke dua, saat itu juga Elektrokardiogram berbunyi panjang tidak henti-henti, akupun panik menangis berlari menelusuri lorong Rumah Sakit yang serasa berkilo-kilo meter untuk menemui dokter jaga, seketika kami langsung lari kembali ke kamar Mas Ihsan di barengi beberapa perawat. Aku dan Ibunya Mas Ihsan hanya bisa berpelukan sambil menangis memohon keajaiban yang kuasa. Dokter pun dengan sigap mencoba mengembalikan detak jantung mas Ihsan dengan alat pemicu detak jantung entah apa namanya. Satu kali tidak berhasil, dua kali tidak berhasil juga, ketiga kali tidak juga berhasil, dan akupun tak kuasa lagi, seketika pandanganku gelap dan aku jatuh pingsan.

Entah berapa lama aku pingsan. Saat sadar ibu dan bapakku sudah berada di sampingku aku di peluk mereka dan kembali dengan susah payah menguatkan hatiku atas kejadian ini, meski aku tetap tak mampu menahan tangisku, aku baru bisa sedikit tenang saat Ayah menyitir beberapa Ayat suci Al Qur’an yang beliau baca kebetulan 2 Ayat Pertama Surah Al Faathir dan setelah membaca dengan sangat merdu ayah melanjutkannya dengan membacakan Artinya;

“Segala Puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendai-Nya sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu” (QS. Al Faatir; ayat 1)
“Apa saja yang Allah anugrahkan kepada manusia berupa Rahmat. Maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang di tahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah yang maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”
(QS. Al Faatir; ayat 2)

Saat mendengar terjemahan ayat tersebut, aku sadar bahwa apapun yang manusia rencanakan tidak akan lepas dari Kuasa Allah SWT. Lahir, rejeki, jodoh dan maut, semua atas takdir yang maha kuasa dengan segala Kebijaksanaan-Nya, dan pasti terbaik untuk mahluk-Nya.

Aku pun sadar bahw sebenarnya Mas Ihsanpun ingin menyampaikan hal itu padaku, mungkin ruhnya sudah memohon pada Allah untuk diambil saat aku selesai membaca ayat itu. Sebuah pesan yang ingin di sampaikan meskipun tidak bisa diucapkan. Supaya aku tidak terlalu menyesali kepergiannya.

Beberapa waktu setelah kepergian mas Ihsan aku memang bisa menyadarinya, aku harus tetap menjalankan hidupku menunaikan amanah Allah SWT berupa ruh dan raga ini.

Namun seiring berlalunya waktu, mungkin syaitan berhasil masuk dalam fikiranku, rasa hampa dalam hidupkupun menyeruak, aku menjadi malas beraktifitas, kegiatanku lebih banyak kuhabiskan di kamar tidur, memandangi Gaun pengantin Merah yang seharusnya sudah aku gunakan saat resepsi pernikahanku bersanding bersama Mas Ihsan bagai raja dan ratu.

Ku pandangi selalu foto mas Ihsan sampai terbersit keinginanku untuk tidak menikah untuk selamanya, yah cintaku hanya untuk mas Ihsan biar ku simpan cinta ini sampai nanti aku bertemu kembali dengan mas Ihsan di Surga, kami akan bahagia disana.

Namun mungkin mas Ihsan di alam sana tidak menyetujui fikiranku ini, sehingga dalam tidurku malam itu mas Ihsan mendatangiku dalam mimpi. Di dalam mimpi yang sampai sekarang masih saja teringat jelas itu ada tiga orang, Mas Ihsan, aku dan seorang pemuda yang tidak aku kenal karena aku tidak sempat memandang wajahnya, dalam mimpi itu aku memakai gaun pengantin Merah ku, sedang mas Ihsan duduk di depan kami berdua, bersila, memakai baju koko putih bersih berpeci hitam, wajahnya tampak berseri, tampan sekali, lalu dia senyum manis sekali pada kami berdua, lalu dengan sangat merdu dan tartil mas Ihsan membacakan ayat suci Al Qur’an surat Ar Ruum ayat 21 :

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan di ciptakan-Nya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Arrum ; ayat 21)

Selesai mas Ihsan membaca ayat tersebut, seketika aku bangun dan sadar bahwa fikiranku salah, berulang kubaca istiqfar. Aku sadar mas Ihsan mengingatkanku untuk tetap menjalankan Sunah Rasulullah SAW untuk menikah, masih ada lelaki baik yang kuat iman dan islamnya, yang bisa dijadikan peneduh jiwa ku. Mungkin laki-laki yang duduk disebelahku dalam mimpi itu, atau mungkin yang lain, meski sampai saat ini aku belum berhasil menemukannya.

SELESAI

Komentar
  1. hendra mengatakan:

    bagus Bang Eko…meski endingnya sedih. banyak makna. “lahir,rejeki,jodoh,mati”…agar manusia selalu ingat.

    Nuwun.

    Replay:
    makasih tambahan semangatnya ya ndra…

  2. etikush mengatakan:

    pasti laki-laki baik yang dimaksud di cerpen itu adalah loe….
    iya-kan…

    Replay:
    kalau gue jadi laki2 di cerpen itu, berarti gue mati dong

    • etikush mengatakan:

      maksud gw, loe tuh laki-laki yang lainnya…..

      bukan mas ihsan…
      mana mau loe jadi mas ihsan….
      emangnya loe mau bokinan lama, tapi gak ngapa-ngapa-in?

      kayaknya uda gatel tuh tangan…
      hehehe…

      Replay:
      wekekekeke…
      itu baru bener…hehe

  3. bluethunderheart mengatakan:

    hahaha……..kayaknya tokoh yg baik itu u bang namun kagak jadi mati karena tersentuh oleh pantulan cahaya nyawa dari seorang malaikat yg baik pule hehhehe…….ngelantur dech si blue…….Pltetzx kena jitakan.
    salam hangat selalu
    blue nanti cerita yang lainnya lagi yah

    Replay:
    Halah Ms Blue ini bisa aja… hehe

  4. mahardhika mengatakan:

    haduu kok ceritanya sedih gni ya..
    but anyway nice post mas hehehe…:)

    Replay:
    thanks ya….

  5. KangBoed mengatakan:

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG

    I LOVE YOU PHUUUUUUUULLLLLLLLLLLLLLLL

    Replay:
    suwun mas boed

  6. hmc mengatakan:

    alhamdulillah saya sehat mas.. mugi-mugi panjenengan tansah angsal ridho, rahmat saking ALLAH SWT🙂

    Replay:
    Amin Om Cahyo

  7. bluethunderheart mengatakan:

    met berakhir pekan ya bang
    salam hangat selalu

    Replay:
    makasih mas blue… salam hangat ya

  8. farus mengatakan:

    good mantep… salam Peace KBM

    Reply:
    thanks…
    ehm… KBM tuh apa ya?

  9. KangBoed mengatakan:

    mampir malam hari cari minuman panas mas
    salam sayang

    Replay:
    dah habis 3 gelas kang… njur beser je hehe

  10. bluethunderheart mengatakan:

    selamat malam kang
    pa cabar malam malamnya?

    oya. mau kan mewarnaio blue dengan memberi satu judul darimu untuk blur………salam hangat selalu

    Replay:
    Tentu mas Blue

  11. purwaka mengatakan:

    Siiiiiiiiiiiip😀
    Replay:
    thanks

  12. bluethunderheart mengatakan:

    kemana yah abang blue yang ini…………?
    salam hangat selalu
    semangatttttttttttt

  13. bluethunderheart mengatakan:

    selamat malam bang
    met berpuasa yah
    salam hangat selalu

    Replay:
    selamat berpuasa juga ya mas blue

  14. etikush mengatakan:

    gw minta maap yach, bentar lagi puasa nih…🙂

    Relay:
    sama-sama etikush …. met puasa juga ya

  15. manik arum mengatakan:

    boleh nanya bung?ngomong2 dapat inspirasi nama ‘denok’ darimana? klo gak salah itu nama ‘perempuan khayalan’-nya soekarno kan?

    Replay:
    makasih dah di baca ya…

    soal denok dah ku jawab di email ya…

    intinya ku sama sekali nggak merujuk sama soekarno… denok itu setahuku panggilan umum orang jawa ke anak perempuan

  16. bluethunderheart mengatakan:

    pa cabar hari ini bag……tetep semangat yuk
    salam hangat selalu

    Replay:
    Alhamdulillah hari ini kabarku baik… semoga demikian juga mas blue.. dan terimakasih semangatnya ya…

  17. geRrilyawan mengatakan:

    iya masih banyak laki-laki lain yang baik…contohnya saya. mas ihsan pergi, mas yoso datang huahahaha…
    berat tuh jadi lelaki penggantinya, bisa dibanding-bandingin sama mas ihsan…

    Replay:
    Huahahahaha… ntar aku promosiin deh sampean masih jombo kan… (sama denganku “weh berarti kita saingan dong” hehe)

    makasih banget dah mau membacanya ya mas…

  18. mancung64 mengatakan:

    Hai mas klowor,pa kbr?Duh cerpennya kok sad ending? Jadi pengen nangis nih hiks. But cerpennya bagus,berbobot,knp gak di kirim ke majalah ummi,annida dll?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s