MENIKMATI HIDUP (Artikel 28)

Posted: 24 Februari 2010 in ARTIKEL
Tag:, , , ,

MENIKMATI HIDUP

Sekali Lagi saya ingin bicara tentang bagaimana caranya kita bisa menikmati hidup (baca: Membahagiakan diri) ditengah situasi apapun dan bagaimanapun.

Ini saya tulis sepulang dari nonton acara Jazz Mben Senin di Bentara Budaya Yogyakarta, atau biasa di sebut BBY.

Suklowor nonton Jazz, apa kata dunia? Mungkin begitu yang dikatakan sebagian temen yang mengenal saya. Kalau nggak di bilang saya sok, atau malah bilang kalau saya jelmaan si Alex yang di iklan “Pingin Exis jangan Lebai Plisss.” Karena pantasnya klowor yang satu ini hanya nonton dangdut atau campursari.

Tapi jujur saya bener-bener menikmati setiap lagu yang di bawakan temen-temen NgayogJazz di sana (apalagi gratisan.. hehe) sudah dua minggu berturut saya hadir, dan Insya’Allah minggu depan saya datang lagi. Mungkin ini sebuah anugrah, anugrah bahwasannya saya bisa menikmati music yang kata sebagian orang “gedobragan” dan ndak bisa di nikmati itu.

Tapi saya tidak bisa sombong dan berbangga diri, bahwa saya bisa menikmati Musik Jazz yang kata orang hanya dimiliki oleh orang kaya saja, menurut saya tidak ada keindahan yang hanya di klaim oleh sebagian orang, yang membawa music Jazz seperti hanya milik orang kaya adalah orang-orang yang berpandangan bahwa harus ada sekat antara si kaya dan si miskin, dan biasanya orang-orang seperti itu menempatkan sisi materi diatas segalanya. Dan itulah kesalahan terbesar budaya manusia.

Pada dasarnya Jazz hanyalah sebuah objek, sama seperti dangdut, campursari, batu, pohon, langit, lautan, sungai, suara, sikap, tingkah laku.. dan lain sebagainya yang semuanya itu mengandung unsur keindahan, perlu bukti, saya akan kasih yang extreme “Pembunuhan” yang bagi sebagian orang menyebutnya sadis, kejam dan buruk, tapi ternyata ada orang yang bisa menikmatinya contohnya si Babe pemutilasi anak jalanan yang sadis dan kejam itu, yang katanya menikmati saat-saat menjerat leher korbannya Astaqfirullah…

Jadi menurut saya setiap orang punya cara pandang masing-masing untuk menilai dan menikmati keindahan sebuah objek. Orang yang suka yang Jazz salah jika dia mengolok orang yang suka dangdut, yang benar adalah harusnya mereka iri pada orang yang suka dengan dangdut karena orang itu lebih peka, lebih mampu menangkap sisi-sisi keindahan music dangdut, yang tidak di miliki oleh orang yang suka Jazz.

Dan harusnya lagi orang yang suka Jazz bisa belajar atau lebih melatih diri menangkap sisi-sisi keindahan dangdut, yang bisa mereka nikmati sebagai keindahan. Minimal menjadi tidak tersiksa saat tanpa sengaja dangdut terdengar di telinganya.

Itu hanya dari sisi music masih banyak hal-hal lain di dunia ini yang bisa kita explore sisi-sisi keindahannya, sehingga kita menjadi lebih peka lagi akan banyaknya keindahan yang sebenarnya berkeliaran di sekitar kita. Dengan semakin sering keindahan yang merasuki hidup kita maka kebahagiaan akan lebih mudah kita raih dan kita rasakan.

Intinya kebahagiaan bisa kita buat sendiri dalam kondisi apapun dan bagaimanapun dengan memanfaatkan objek yang ada di sekitar kita.

Sebagai Penutup saya akan kasih satu contoh lagi, kemaren sore Selasa 23 Februari 2010 langit Jogja sangat sangat indah, susunan awan, baik awan yang bergerobol berlapis-lapis jadi terkesan ramai dan ceria, atau bahkan sendirian seperti keterasingan yang tergambar oleh awan berwarna abu-abu kecil di tengah kombinasi antara biru dan jingga di sekitarnya, belum lagi ada tambahan pelangi di sisi timur, padahal tidak ada hujan… sungguh sempurna, saya sempatkan untuk berhenti di pinggir jalan untuk menikmatinya, tapi anehnya banyak orang yang tetap memacu kendaraannya dengan cepat, melewatkan begitu saja keindahan anugrah tuhan itu, bahkan tidak ada satupun orang yang berhenti menikmati keindahan tersebut. Kenapa mereka melepas begitu saja keindahan yang sebenarnya bisa digunakan untuk melepas diri dari stress di kantor? Apakah mereka menganggap langit kemaren sore itu biasa-biasa saja… sekali lagi saya hanya bisa geleng kepala.

SEMOGA BERGUNA

Komentar
  1. Yeo mengatakan:

    Weh, kangen aku sama blog ini…

    Replay:
    Wa.. jangankan situ, lha wong aku sendiri aja kangen je.. hehe

  2. soewoeng mengatakan:

    tinggal suasana hati bos

    Repay:
    justru ini untuk menyetel -halah, iki boso ngendi- suasana hati je… hehe

    itu menurutku loh mas..🙂

  3. manik arum mengatakan:

    yaa begitulah manusia mas…
    sebagian orang mungkin menganggap blognya ni katrok (palagi buat bule yg gak ngeh basa indonesia..tuambah gak ngerti blas hehe)….tp menurutku oke,isinya genuine abiz

    salam gerimis dari denpasar🙂

  4. soewoeng mengatakan:

    jadi pengen

  5. kosong mengatakan:

    ajarin cara nyetel suara hatinya bos

  6. bluethunderheart mengatakan:

    hmm…………….u pasti bisa bang
    salam hangat dari blue
    semangat y

  7. krupukcair mengatakan:

    membaca tulisan ini salah satu cara untuk menikmati hidup….

    • suklowor mengatakan:

      Alhamdulillah…🙂

      • Anonim mengatakan:

        Memang kebahagiaan letaknya ada di dalam hati,,,siapa bilang musik dangdut, campursari,,,ndeso,,,anggapan yang salah itu,,,its the music of my country,,, mestnya kita bangga dong,,,g da tuh di negara lain,,,palagi campursari,,,weleh-weleh,,eunak tenan di dengar..

      • widiarty hartanto mengatakan:

        Memang kebahagiaan letaknya ada di dalam hati,,,siapa bilang musik dangdut, campursari,,,ndeso,,,anggapan yang salah itu,,,its the music of my country,,, mestnya kita bangga dong,,,g da tuh di negara lain,,,palagi campursari,,,weleh-weleh,,eunak tenan di dengar..

        • suklowor mengatakan:

          Hehe Ternyata penggemar dangdut dan campursari juga… samalah..

          Bahkan kalau aku nyanyi pop, banyak temen yang nyeletuk “nyanyi pop kok cengkoknya dangndut… waduh… terlanjur mendarah dading wekekeke

          CUman dangdut yang kusuka dangdut jaman dulu, jaman rhoma, yang paling baru mungkin jaman Evi Tamala, dkk.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s