STANDART YANG CUMAN STANDART SAJA

Posted: 9 Juli 2010 in ARTIKEL
Tag:, , , , , , ,

STANDART YANG CUMAN STANDART SAJA

LOGO SNI

LOGO SNI

Rasanya tak asing lagi kalau kita mendengar tabung gas 3 kg meledak dan menimbulkan korban baik meninggal maupun korban luka-luka.

Cukup mengherankan kiranya kalau tabung yang sudah menerapkan standar SNI (Standart Nasional Indonesia) yang sekarang getol-getolnya di terapkan, tapi banyak yang meledak.

Menurut logika sederhana SNI yang menerapkan standar keamana tingkat nasional seharusnya bisa menjamin keamanan pemakaian oleh konsumennya namun kenyataannya masih saja banyak korban berjatuhan, lalu siapa yang pantas di persalahkan, sangat kejam dan tidak masuk akal jika konsumen yang disalahkan, logikannya kalau semua akibat kecerobohan konsuman kenapa sebanyak itu, apalagi kalau kita fikir siapa sih yang mau celaka, mereka pasti sudah menerapkan prinsip kehati-hatian nya masing-masing.

Nah kalau di tanya pertamina sebagai penyedia layanan, mereka mengatakan bahwa yang menyebabkan seringnya tabung LPG 3 kg meledak adalah adanya oknum-oknum yang melakukan kecurangan untuk mendapatkan keuntungan besar, salah satunya dengan melakukan pengisian ilegal (penyuntikan/LPG kentut) dari LPG bersubsidi ke tabung LPG yang tidak bersubsidi. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan di tingkat Agen dan pengecer yang di sebabkan karena kurangnya sumberdaya.

Lalu kenapa, yang jelas-jelas Pertamina mengakui adanya lemahnya pengawasan terhadap produk tabung 3 kg standar SNI masih berani menjamin dan memajang logonya di produk tersebut , lalu standar macam apa yang sebenarnya yang di terapkan SNI? seharusnya kan standar keamanan yang di terapkan akan men jamin keamanan dari mulai produksi sampai ada di tangan konsumen? Lalu wajarlah kiranya kalau ada pertanyaan: apakah standar itu hanya untuk gagah-gagahan pemerintah atau apa?.

Lebih mengherankan adalah standar SNI yang di terapkan di Helm yang harus timbul, mungkin niatannya baik demi menjamin keselamatan pengendara keendaraan bermotor, yang memang sebelumnya banyak helm standar yang kwalitasnya jelek, tapi apakah harus SNI timbul, apakah Helm yang telah berstandar internasional (misal DOT/Department of Transportation US) masih di permasalahkan? Kalau iya ya kebangetan, masa standar SNI yang notabene masih banyak kelamahan malah mengeliminasi Standar yang sudah di akui secara internasional.

Apalagi kalau saya dapat kabar dari temen saya, bahwa di kediri, pengendara yang tidak mengenakan Helm berstandart SNI timbul akan di tilang dan di denda sebesar Rp. 300,000,- alangkah besarnya denda tersebut, meskipun denda tersebut meliputi biaya penggantian Helm ber SNI yang kalau saya lihat di pasaran harganya sekitar 200.000,- maka jangan salahkan kalau masyarakat menilai polisi jualan Helm, atau sengaja menerapkan aturan yang sudah di domplengi oleh pengusaha, atau organ-organ kapitalisme.

Maka semakin jelaslah kiranya dengan hal yang saya uraikan di atas bahwa di Indonesia penerapan hukum rimba semakin merajalela, dimana yang kuat (yang punya uang, yang punya kuasa) akan dengan mudah menerkam yang kecil, masyarakat yang memang sejak awal di cekoki dengan DOCTRIN SENDIKO DAWUH, tunduk pada atasan, tunduk pada pemangku jabatan.

Satu lagi, saya mau bertanya apakah helm polisi sekarang sudah berstandart SNI timbul? kalau iya berarti ada pergantian jutaan helm polisi dari yang dulu tidak ada sertifikasi timbul menjadi timbul, berapa dana yang di habiskan negara untuk itu? Dana siapa itu?

Komentar
  1. manik arum mengatakan:

    gak usah heran pakdhe….begitu akibatnya kalo pengusaha ikut2an berpolitik. untung aja kemaren sby nggandeng pak boed yg bkn pengusaha. prestasi gak penting…yg penting bkn pengusaha

  2. krupukcair mengatakan:

    yang paragraf terakhir itu di besarkan saja biar lebih enak bacanya…

  3. geRrilyawan mengatakan:

    negeri kita ini memang lucu…standar bisa turun demi hal-hal yang entah apa. nggak tau deh mau ngomong apa lagi hehehe..

  4. WIDYARTY HARTANTO mengatakan:

    itulah hasil ORBA selama 32 tahun,,,,susah ngubahnya,,,sudah mendarah daging,,,semakin lama malah semakin parah,,,seperti lagu bang haji Rhoma irama yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin,,,yang ada memang harus revolusi total,,,apa itu reformasi gak ada bedanya,,,Merdeka!!!

  5. itempoeti mengatakan:

    yo polisine…
    yo pabrik helm-e…
    yo pertamina-ne…
    yo agen elpiji-ne…
    termasuk pemerintah-e
    pancen jancukan kabeh!!!

  6. Registrasi Domain mengatakan:

    Nanti keluar imitasinya SNI2-an dengan setengah harga (Rp. 100rb)😀 Memang helm itu bisa dikenali dari ciri fisiknya kalau dipalsukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s