Archive for the ‘ARTIKEL’ Category


MALAM LINGGA — MALAM YONI
(Untuk temen2 yang akan merayakan pergantian tahun bersama sang kekasih)

***
Aku setangkup temaram

yang merekareka jalan,
Kota yang sebenarnya tertera
pada peta yang kau selipkan
dikantong celanaku, malam itu.

Ada setangkup harap
yang cemerlang di sudut matamu,
ketika kubisikkan rayuan palsu
diantara gelembunggelembung keringat
mengambang-memantul
berdesingan di sudutsudut ruang
“AKU MENCINTAIMU”

Bulan abuabu berpaling
lolong anjing, senyap;

Secangkir kopi–sebatang cigaret
Sudah cukup menggantikan
kemenyan dan uborampenya
mengundang maklukmakluk antah brantah
menyempurnakan rayuanku

meskipun entah;
merekalah yang menyediakan
secangkir kopi–sebatang cigaret untukku
aku tak tahu

Bintang biru memejamkan mata
pekik kembang api memalingkan pemujanya
Sama ketika aku berpaling darimu bertahun lalu
menyempurnakan pengembaraan
yang pun tak berujung cinta
seperti yang kutemukan di sudut matamu malam itu

Maka itulah kini
aku menjelma setangkup temaram
yang merekareka jalan pulang kekotamu
berpandu bulan abuabu dan bintang warna biru
sebagai pengganti petamu
yang telah kubuang pun bertahun yang lalu

***

24 Desember 2011

*Masih terlalu amatir, sangat butuh kritikan dan saran 🙂

Gambar


INDONESIA NEGARA MONARKI

Untung yang nulis artikel ini cuman suklowor, maka orang-orang yang suka main ‘kroyokan’ itu dengan santai akan mengatakan, ‘Biarlah Anjing Menggonggong, Kafilah Tetap Berlalu’ 😀

Tapi mungkin akan berbeda kalau penulis artikel ini bukan saya. Ya.. mungkin seorang akademisi, mungkin seorang politisi, mungkin seorang pengamat politik, atau orang-orang terkenal yang punya kuasa atas sana, saya kok sangat yakin akan segera terjadi kehebohan. Politisi Heboh, Akademisi Heboh, Intelejen Heboh, Wartawan Heboh, TV Heboh, Majalah/Koran Heboh, Internet Heboh, sampai orang yang biasa duduk-duduk minum kopi di angkringan dan kaki lima entah itu tukang becak, atau pegawai pabrik rendahan sekalipun ikutan heboh. Tentunya termasuk orang-orang yang sekarang namanya sedang disebut-sebut oleh M Nazarudin pun ikutan heboh, Mereka sambil bersorak, ‘Hore, akhirnya ada topik untuk pengalihan isu juga’ 😛

(lebih…)


TENTANG TULISAN ULIL (Jaringan Islam Liberal) di kompas 18 November 2001

Kalau membaca kajian Ulil ini emang parah! meskipun tidak perlu di bom, karena islam itu “rahmatan lil alamin”, lebih tegas lagi “lakum dinakum waliadin” dia hanya perlu di ajak debat saja..

Intinya kata ulil, islam itu perlu di sesuaikan dengan kondisi budaya, ah bodohnya dia!, harusnya dia berfikir sebagai orang islam, bahwa ajaran islam melalui Al Qur’an adalah ilmu Allah yang Maha Tahu, sedangkan ilmu manusia itu dangkal, padahal Islam itu logic, dan bagi orang yang belum bisa menemukan logika dalam islam maka dia harus terus belajar “Iqra” seperti yang Allah minta dalam ayat surat pertama yang di turunkan dalam Alqur’an, pasti mereka akan menemukannya.

(lebih…)


STANDART YANG CUMAN STANDART SAJA

LOGO SNI

LOGO SNI

Rasanya tak asing lagi kalau kita mendengar tabung gas 3 kg meledak dan menimbulkan korban baik meninggal maupun korban luka-luka.

Cukup mengherankan kiranya kalau tabung yang sudah menerapkan standar SNI (Standart Nasional Indonesia) yang sekarang getol-getolnya di terapkan, tapi banyak yang meledak.
(lebih…)


BANGSA SENDIKO DAWUH

ASAL BAPAK SENANGSaya punya pengalaman yang aneh mungkin, pernah saya mendemo seorang dosen, yang menurut saya kurang bener cara mengajarnya, yang mengandalkan hafalan pelajaran, bagi siapa yang kemampuan hafalannya bagus maka nilainya akan bagus, yang pola fikirnya tidak mengandalkan hafalan (mengandalkan logika) nilainya jelek, ada bukti lain, yang mendapat nilai bagus-bagus adalah mahasiswa yang memiliki indek prestasi komulatif rendah, sedangkan mahasiswa yang memiliki IPK bagus, malah dapat nilai jelek, dan itu juga terjadi di 2 mata kuliah sebelumnya yang dia ajarkan.
(lebih…)


JUDISIAL REVIEW UNDANG-UNDANG PERJUDIAN

Setalah kemaren malam 21 Aprli 2010, saya nonton Mata Najwa, yang menghadirkan bintang tamu ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, saya baru tahu bahwa ada orang-orang yang mengajukan Judisial Review untuk undang-undang pasal 303 dan 303 bis KUHP dan UU No 7/1974 pembatasan perjudian.

Jujur saja saya kaget, bahwa jelas-jelas judi memiliki efek buruk bagi kehidupan orang-orang yang menjalaninya, bahkan jelas-jelas judi di haramkan oleh agama Islam yang notabene adalah agama yang di anut oleh sebagian besar penduduk Indonesia, masih saja ada orang-orang yang meminta judi di legalkan lagi.
(lebih…)


MENIKMATI HIDUP

Sekali Lagi saya ingin bicara tentang bagaimana caranya kita bisa menikmati hidup (baca: Membahagiakan diri) ditengah situasi apapun dan bagaimanapun.

Ini saya tulis sepulang dari nonton acara Jazz Mben Senin di Bentara Budaya Yogyakarta, atau biasa di sebut BBY.

Suklowor nonton Jazz, apa kata dunia? Mungkin begitu yang dikatakan sebagian temen yang mengenal saya. Kalau nggak di bilang saya sok, atau malah bilang kalau saya jelmaan si Alex yang di iklan “Pingin Exis jangan Lebai Plisss.” Karena pantasnya klowor yang satu ini hanya nonton dangdut atau campursari.

(lebih…)


KETIBAN SAMPUR

(maaf tidak berniat mengeneralisir)

Ketiban sampur adalah istilah yang dipakai oleh orang yang di kalungi selendang oleh seorang penari dalam acara tayuban

Biasanya orang yang ketiban sampur akan di ajak menari di atas panggung, dan di tonton oleh banyak pengunjung. Bagi yang pintar menari hal ini bukan menjadi perkara yang merepotkan, tapi bagi yang nggak bisa menari apalagi pemalu wah bias di jadiin bahan ketawaan banyak orang

Belum lagi kalau mereka harus mengeluarkan uang untuk “nyawer” (memberi uang untuk penari) iya kalau pas bawa uang, kalau pas tidak bawa uang kan jadi berabe, sudah di jadiin bahan ketawaan setelah acara masih di rasani (di gosipi) oleh para penari. Ah ternyata si-A itu kelihatannya Tajir tapi pelitnya minta ampun, jangan-jangan emang kere dari sononya, tapi berlagak aja kayak orang kaya. Dan namanya gossip sama seperti flu babi menyebarnya luarbiasa cepat.

(lebih…)


Berhubungan dengan artikel URIP IKU MUNG MAMPIR NGGUYU & KALAU MAU MENAKLUKAN HATI ORANG LAIN, MAKA TAKLUKKANLAH HATI KITA TERLEBIH DAHULU, DAN IHKLAS ADALAH TANDA TELAH TERTAKLUKKANNYA HATI KITA

SESUATU YANG KITA INGINKAN DAN ITU BAIK, SUATU SAAT PASTI AKAN TERLAKSANA

Statement diatas saya dapat dari kyai saya, KH. Sarwan Gunaman pengasuh Pon Pes Al Fatah Ngasinan, di Ngawi – Jawa Timur.

Cerita-nya, mungkin tahun 1996 (saya persisnya lupa) tapi waktu itu pas terjadi tragedi di Trowongan Mina) beliau melepas Jamaah Haji di desa saya, saat itu beliau menangis, dan di tanya kenapa beliau menangis, beliau menjawab “Kulo pingin kados sampean” saya ingin seperti Anda (naik Haji : Red) ternyata tahun berikutnya terlaksana, Beliau naik Haji juga, pulang dari Naik Haji beliau mengeluarkan Statement seperti diatas dan saya pegang statement itu sampai sekarang, karena saya sudah banyak membuktikan, saya akan coba beri beberapa contoh :

(lebih…)


Berhubungan dengan artikel “Urip Iku Mung Mampir Ngguyu”

KALAU MAU MENAKLUKAN HATI ORANG LAIN, MAKA TAKLUKKANLAH HATI KITA TERLEBIH DAHULU, DAN IHKLAS ADALAH TANDA TELAH TERTAKLUKKANNYA HATI KITA

Kalau anda cuman membaca judul diatas saja akan terkesan negatif & pesimistis, bukankah ihklas adalah merelakan sesuatu yang kita miliki atau yang kita inginkan? Begitu mungkin kata sebagian orang.

Tapi tunggu dulu ! Memang ikhlas adalah merelakan seperti yang diatas, tapi penjelasannya tidak sependek itu.

Inti Ikhlas yang saya maksud adalah manut/menerima saja apa yang telah Allah berikan kepada kita. Ini punya sisi yang berbeda dengan alinea di atas, alinea di atas menurut saya menunjukan pemahaman bahwa apa yang kita miliki atau yang ingin kita miliki adalah benar-benar milik kita dan harus kita miliki, padahal ini salah kaprah ! yang benar adalah apapun yang kita miliki adalah milik Allah SWT yang dititipkan sementara kepada kita, sedangkan apa yang ingin kita miliki adalah sesuatu yang kita harapkan untuk di titipkan kepada kita.

Jadi kalau fikiran kita sudah kita fahamkan akan konsep titipan itu, maka konsep tingkah laku perbuatan kita bukan difokuskan pada bagaimana kita bisa mendapatkan keinginan itu, tapi bagaimana caranya supaya kita pantas untuk di titipi.

(lebih…)