Posts Tagged ‘Add new tag’


AKU SUKA HUJAN INI 1

Aku suka hujan ini
Sejuk airnya menentramkan hati
Tetesan air yang sampai ke bumi,
Seperti menari-nari
Menabuh gemerecik gendang bumi
Melompat kekanan
Melompat kekiri
Teriak benyanyi ceria sekali
melantunkan romansa rangsa
Melodi cinta meski tanpa warna
Tapi bukankah bening cukup untuk cinta
Bening tulus, jernih suci
Kasih sayang bertabur bintang dan rembulan
Saling melengkapi
Meski awan kadang melingkupi…
====333====

Yogyakarta, 15/4/08 s/d 20/5/08

BINTANG (puisi 19)

Posted: 15 Desember 2008 in PUISI
Tag:, , , ,

BINTANG

Serakan hatiku telah tercecer entah kemana
Tertiup angin, tersapu bah, terkubur bumi
Aku hampir tak perduli lagi
Sampai tiba sebuah bintang
Sangat cemerlang, begitu menyilaukan

Kurengkuh sisa-sisa hatiku
Ku susun lagi puzel-puzel berserakan
Ku kejar lagi angin
Ku renangi lagi bah
Ku ais-ais lagi bumi
Harap temukan serpihan yang hilang

Belum genap semua
Kemudian siang itu datang
Sampaikah aku pada malammu?
Atau aku akan mati disore hari?
====@@@====

Yogyakarta, 18 Desember 2007


SEPERTI ITULAH AKU

======

Aku sedang mencari satu cinta saja. Cinta yang benar-benar cinta. Cinta antara sesama manusia. Cinta yang membuat hatiku lumpuh. Cinta yang membuatku tidur dalam pelukan. Menagis dalam belaian. Tersenyum dalam tatapan. Tertawa dalam gurauan. Melamun dengan bayangan. Gelisah dalam kecemburuan. Bersimpuh dalam kasih sayang. Aku pingin yang seperti itu.

Aku sudah hampir putus asa dengan keadaan ini. Hatiku sudah terasa kering. Jiwaku sudah terasa hampa. Bagai balon hidrogen yang terbang kesana-kemari nggak tentu arah, semakin tinggi, semakin tinggi, semakin tinggi. Sampai mencapai matahari dan pecah tanpa ada arti.

Aku ingin seperti gunung yang gagah melindungi bumi. Aku ingin seperti angin yang riang berkejaran dengan dedaunan. Aku ingin seperti laut yang tidak bosan membelai pantainya yang manja. Aku ingin seperti danau yang selalu mampu menampung luapan hati sungai-sungainya, aku ingin, aku ingin, dan aku ingin…..

Sedangkan aku lihatlah. Seperti gua tanpa penghuni, kosong, sepi, hampa. Seperti batu keras, angkuh, kesepian. Seperti kereta api berkepanjangan dalam kesendirian. Seperti korek api terbakar, kepanasan dan habis. Seperti burung dalam jeruji sangkar hati berkicau merdu tanpa arti. Seperti petir yang hanya sesekali menyala dan teriak lalu menghilang entah kemana. Seperti buldoser yang meraung-raung mengeruk berharap mendapat sesuatu tapi nihil. SEPERTI ITULAH AKU

====@@@====

Yogyakarta, 3 Februari 2006


FILM WALL E versi INDONESIA

Wall e & Eve

Wall e & Eve

Kadang kalau aku mengamati spanduk partai politik atau calon legislatif yang katanya terhormat itu, atau calon kepala daerah, aku kadang senyum-senyum sendiri, hanya fikiran usil sih, tapi saya fikir pantas kiranya untuk kita jadikan bahan renungan.

Begini, lihat dan perhatikan iklan baik spanduk, baliho atau selebaran-selebaran partai politik, calon legislatif dan calon kepala daerah, tidak jarang mereka memasang background tokoh-tokoh terkenal baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup. Diantara tokoh yang sering dipakai sebagai background antara lain Mantan Presiden Sukarno, Panglima Besar Jendral Sudirman, Gus Dur, Megawati, Amien Rais dan mungkin masih ada beberapa lagi, kecuali Pak Harto tentunya..

Mengingat hal itu pikiran saya kemudian teringat adegan Film Wall E, film yang menceritakan tentang sebuah robot yang bertugas membersihkan bumi dari kotoran yang menumpuk itu, yang telah dilupakan selama lebih dari tujuh generasi atau sekitar 700 tahun.

Salah satu adegan di film itu menceritakan saat sang pilot pesawat yang dipakai untuk menampung manusia saat diungsikan, menunggu bumi kembali bisa dihuni, memiliki keinginan untuk kembali ke bumi karena telah ditemukan tumbuhan yang bisa hidup di bumi, dia di cegah oleh Auto Pilot yang bentuknya seperti Roda kemudi kapal itu, singkat cerita sang pilot manusia sadar bahwa selama ini dia hanya dijadikan symbol oleh Auto Pilot, bukan cuma dia semua Pilot terahulu juga demikian, kesadaran itu muncul saat sang pilot manusia melihat gambar Auto Pilot yang selalu muncul sebagai background foto-foto Pilot sebelumnya. dari kesadaran ini lah timbul tekat untuk melawan Auto Pilot dan akhirnya berhasil.

Auto Pilot Wall-e & Eve

Auto Pilot Wall-e & Eve

Dari adegan film wall E itu bisa di tarik benang merah (diluar factor promosi), bahwa sesungguhnya calon legislative yang akan memegang kendali Indonesia itu masih dikendalikan oleh tokoh-tokoh masa lalu yang nyata-nyata belum memperlihatkan hasil yang memuaskan dalam mengelola Indonesia selama lebih dari 60 tahun itu, tokoh-tokoh yang baru, belum berani memunculkan wacana baru pembangunan bangsa, padahal perkembangan dunia yang begitu cepat memerlukan langkah dinamis untuk mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa..

Kalau kita merunut film Wall E, sekedar berandai-andai maka 650 tahun lagi Indonesia mendapat pilot yang berani mendobrak sekat masa lalu, wuiih lamanya.. 650 tahun sudah kiamat belum ya….?


BANGSA PEMINTA

Entah siapa namanya
Dilampu merah selalu ada
Memelas, meminta
Hanya untuk dua hurup saja
Rp berapa saja!
Akan ku lakukan apa saja, katanya….
Ehm… Sudah jadi landmark kota

Eh…. Di restouran juga ada
Di terminal berjejal semua
Di toko-toko, di bis-bis kota
Cek…. Cek…. Cek….

Tunggu dulu
Mereka dimana-mana
Di gedung-gedung tinggi
Di mobil mobil patroli
Di kantor-kantor dan instansi

Aku menggelengkan kepala
Kemudian menunduk lesu
Eh… kenapa tanganku menengadah begini?
o…… sudah jadi landmark bangsa!!!

Jogja, 17 Februari 2008


telah di posting di <suklowor.blogspot.com> tanggal 14 Agustus 2008

SOAL PAJAK

Membaca artikel harian JOGJA “HARJO” tanggal 13 Agustus 2008, tentang pembebasan Fiskal kepada orang yang memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak” untuk memicu masyarakat untuk memiliki NPWP terasa janggal dalam fikiranku.

Menurutku kebijakan yang akan di berlakukan di tahun depan itu tidak akan memenuhi sasaran.(meningkatkan pendapatan pajak pemerintah)

kenapa demikian?

Kita tahu bahwa Fiskal adalah pajak yang dikenakan untuk setiap warga Indonesia yang hendak bepergian ke Luar Negeri besarnya Rp. 1 juta per orang.

Sedangkan kewajiban memiliki NPWP perorangan adalah orang yang memiliki penghasilan minimal Rp. 13,5 juta pertahun kalau di tambah tanggungan (istri + Anak) maka nilai minimalnya akan naik menjadi Rp. 18 juta. dari dua hal tersebut kemudian aku hubungkan :

* Orang yang memiliki penghasilan 13.5 juta keatas sampai batasan tertentu tidak mungkin berkeinginan pergi keluar negeri, jangankan untuk itu untuk pendidikan anak aja mungkin kurang.

* Orang yang bepergian ke luar negeri kebanyakan adalah pengusaha yang aku yakini mereka sudah memiliki NPWP minimal untuk keperluan perusahaannya.

Maka dari dua hal itu aku simpulkan:

* Orang yang punya penghasilan 13,5 juta keatas atau boleh dikatakan level menengah ke bawah tidak akan kepincut dengan iming-iming pembebasan Fiskal.

* Pemerintah justru akan kehilangan pendapatannya dari Fiskal karena pengusaha yang sudah punya NPWP tidak perlu bayar Fiskal lagi kalau bepergian ke luar negeri. besarannya akan sangat siknifikan.

* Dan dengan tidak adanya Fiskal otomatis orang kaya semakin sering bepergian ke luar negeri maka bayangkan uang yang seharusnya dibelanjakan di dalam negeri kemudian akan lari ke luar negeri, ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. orang miskin lagi yang kena imbasnya

* Atau jangan-jangan ini adalah kebijakan aparat pajak supaya mereka lebih sering bisa bepergian ke luar negeri, karena bebas Fiskal gratis. payah kalau begitu..

= Jadi aku fikir kebijakan penghapusan Fiskal untuk kepentingan NPWP itu tidak masuk akal.

Mending menciptakan aturan yang mewajibkan pengusaha untuk membuatkan NPWP pada seluruh karyawannya, meski nanti yang bayar pajak tetep karyawan, sebagaimana Pemerintah mewajibkan Pengusaha menguruskan Jamsostek untuk karyawannya..

“itu saja, aku nggak sempat edit mungkin tata bahasanya ngaco” maaf ya