Posts Tagged ‘indonesia’


INDONESIA NEGARA MONARKI

Untung yang nulis artikel ini cuman suklowor, maka orang-orang yang suka main ‘kroyokan’ itu dengan santai akan mengatakan, ‘Biarlah Anjing Menggonggong, Kafilah Tetap Berlalu’ 😀

Tapi mungkin akan berbeda kalau penulis artikel ini bukan saya. Ya.. mungkin seorang akademisi, mungkin seorang politisi, mungkin seorang pengamat politik, atau orang-orang terkenal yang punya kuasa atas sana, saya kok sangat yakin akan segera terjadi kehebohan. Politisi Heboh, Akademisi Heboh, Intelejen Heboh, Wartawan Heboh, TV Heboh, Majalah/Koran Heboh, Internet Heboh, sampai orang yang biasa duduk-duduk minum kopi di angkringan dan kaki lima entah itu tukang becak, atau pegawai pabrik rendahan sekalipun ikutan heboh. Tentunya termasuk orang-orang yang sekarang namanya sedang disebut-sebut oleh M Nazarudin pun ikutan heboh, Mereka sambil bersorak, ‘Hore, akhirnya ada topik untuk pengalihan isu juga’ 😛

(lebih…)

Iklan

PANTASKAH INDONESIA SEPERTI NERAKA (artikel 19)

Sepulang dari tempat kerja, hati saya begitu gelisah, tapi saya tidak tahu apa penyebabnya, rasanya seperti pertanda akan datangnya perkara buruk yang akan menimpa saya lagi, sepanjang perjalanan saya berfikir apakah gerangan kejadian yang akan menimpa saya.

Kemudian saya ingat perkataan sekaligus nasehat paman saya, beliau bilang kalau kamu mendapat firasat-firasat buruk, maka istigfarlah dan imbangi dengan dzikir dan shodaqoh, kemudian selesai sholat magrib dan selesai dzikir, saya memang merasa kegundahan saya berangsur hilang, saya berniat menambahkan dengan jurus lama saya yang selama ini selalu manjur, saya buka Al Qur’an dan terjemahannya, secara acak, lalu saya saya baca lembar yang terbuka, biasanya akan ketemu ayat yang cocok dengan kejadian yang saya alami, jadi semacam Allah menuntun melalui Al Qur’an, teman-teman cobalah kalau hati anda gelisah, buka Al Qur’an secara acak, baca sekaligus terjemahannya, insya’Allah luka lara hati akan terobati saat itu juga.

Kembali pada judul yang saya terakan diatas “PANTASKAH INDONESIA SEPERTI NERAKA” judul ini saya dapat dari perenungan saya akan salah satu ayat dalam surat Al Israa’ ayat ke-16 yang saya baca semalam yang artinya :

(lebih…)


JADILAH DIRI SENDIRI…

Ku tulis ini untuk memotivasi diri saya sendiri dan mungkin berguna untuk orang-orang yang sedang mencari jati diri…

Aku ingat waktu pertama kali berani menampilkan puisiku ke publik, atau sekedar mengirimkan puisi-puisiku ke beberapa teman itu terjadi di awal tahun 2007, padahal aku sudah menulis puisiku di tahun 2004 ya puisi “Telaga Biru” itu yang pertama aku buat, dulu rentan waktu 2004 sampai akhir 2006 aku sama sekali tidak berani menampilkan puisi-puisiku, karena beranggapan bahwa puisiku jelek dan tidak pantas dibaca orang lain apalagi hampir semua puisiku bernada sedih atau bernuansa kesedihan, hingga aku menjuluki aliran puisiku sebagai aliran puisi Eksploitasi Hati, karena memang semua hadir sebagai cerminan kegelisahan hati..

Sampai akhirnya aku ketemu dengan seorang teman yang hobi juga bikin puisi, lalu aku bilang bahwa aku juga punya beberapa puisi, lalu dia minta aku membacakannya, langsung aku tolak mentah-mentah, karena alasan diatas tadi tentunya, lalu dia bilang seorang seniman tidak akan pernah peduli untuk menampilkan karyannya biarpun itu jelek menurut orang, di dunia ini ada ratusan ragam orang kata dia, mungkin diantara ratusan itu ada satu saja tipe orang yang suka, biar satu itu yang menikmati yang lain terserah, sebagai orang beragama menyenangkan satu orang tetep berpahala, tidak mungkin kita bisa menyenangkan semua orang sekaligus “ngoyoworo”

Dia kemudian memberikan ilustrasi, ingat seorang seniman instalasi di Bandung yang karyanya waktu di pajang di depan rumahnya dibuang oleh satpol PP, karena dikira sampah, Satpol PP mungkin menganggap itu sampah tapi kemudian banyak orang yang simpati pada seniman itu bahkan beritanya menjadi berita nasional, kompas membahasnya beberapa minggu, orang-orang mengecam Satpol PP yang akhirnya meminta maaf..

Begitulah seharunya kita, kita harus menjadi diri sendiri, persetan orang bicara apa kalau kita selalu takut pada bayang-bayang orang lain, kita tak akan beranjak kemana-mana, sederhananya, ada si-A bilang ke utara Si-B bilang ke selatan, kita ikut siapa? Apa mungkin tubuh kita belah jadi dua satu kita minta ke utara satu ke selatan, tidak mungkin. Kalau Si-A bilang ke utara dan Si-B bilang ke selatan lalu hati kita bilang ke timur, jalan aja kita ke timur, di timur mungkin kita akan ketemu si-C yang sudah lama menunggu kita dan menyiapkan rangkaian bunga aloha, menghafal nyanyian “Marhaban ya Nurul Ain” atau sudah menyiapkan sajak-sajak cintanya untuk kita…

Dari kata-kata temanku tadi baru muncul keberanian untuk menampilkan puisi dan tulisan saya yang awalnya hanya ngendon di buku Catatan Harian.. lalu aku tampilkan di Friendster bulletin, Friendster Blog dan akhirnya keranjingan Blognya WordPress ini, dan ternyata benarjuga ada yang memuji meski tidak banyak , termasuk Boss Yella lho.. makasih ya boss…

Satu bukti lagi saat aku menampilkan widget baru “how’s among us” yang bisa menampilkan berapa orang yang sedang membaca blog kita dan dari mana asalnya. Di hari pertama, muncul satu orang dari Amerika tepatnya South Portland, Maine, United States, awalnya aku fikir orang ini nyasar, buka trus kemudian ditutup lagi karena aku pakai bahasa Indonesia, tapi beberapa tag aku kasih bahasa inggris. Lha mungkin dia nyasar waktu searching ketemu blog aku. Tapi ternyata aku perhatiin kok Online-nya lama juga, dan aku perhatiin yang di baca satu artikel saja “ Parodi Anjing Si tuan Polan” karena di widget ini juga bisa menampilkan orang sedang baca artikel tentang apa diblog kita, aku seneng sekali dengan hal ini mungkin ini orang Amrik yang bisa bahasa Indonesia atau orang Indonesai yang sedang tinggal di Amrik sono…

Inti dari tulisan saya diatas adalah, jadilah diri sendiri dan biarkan orang yang suka dengan kepribadian anda, menemukan anda..

Semacam kalau anda mau mengajak teman untuk mancing ikan pilih teman yang suka mancing juga jangan ajak orang yang suka shoping bisa-bisa baru 15 menit naruh joran dia sudah ngajakin pulang, nggak serukan…!!

Jadi siapapun diri anda, seperti apapun diri anda, berapa banyak kekurangan yang ada pada diri anda, jangan pedulikan, gali potensi dari sisi lain kehidupan anda, karena saya yakin semua manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing explore kelebihan yang anda miliki, tunjukan pada khalayak dan tunggu sampai orang menemukan kita…

Sebagai penutup saya beri tiga ilustrasi,

  1. Saya pernah lihat di TV seorang pelukis yang melukis menggunakan kaki karena tidak punya tangan , dan lukisannnya laku…
  2. Saya juga pernah lihat di TV seorang pemain ketoprak yang juga tidak memiliki tangan karena di amputasi, bisa hidup bahagia, berperan sebagai prajurit yang berperang.
  3. Mungkin anda juga pernah lihat di acara kick Andi orang yang kakinya diamputasi dan akhirnya membuat usaha kaki palsu dan banyak menolong orang yang senasip secara cuma-cuma, dia jadi bos, dan karyawannya orang normal..

Begitulah diri kita seharusnya “be your self..”


FILM WALL E versi INDONESIA

Wall e & Eve

Wall e & Eve

Kadang kalau aku mengamati spanduk partai politik atau calon legislatif yang katanya terhormat itu, atau calon kepala daerah, aku kadang senyum-senyum sendiri, hanya fikiran usil sih, tapi saya fikir pantas kiranya untuk kita jadikan bahan renungan.

Begini, lihat dan perhatikan iklan baik spanduk, baliho atau selebaran-selebaran partai politik, calon legislatif dan calon kepala daerah, tidak jarang mereka memasang background tokoh-tokoh terkenal baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup. Diantara tokoh yang sering dipakai sebagai background antara lain Mantan Presiden Sukarno, Panglima Besar Jendral Sudirman, Gus Dur, Megawati, Amien Rais dan mungkin masih ada beberapa lagi, kecuali Pak Harto tentunya..

Mengingat hal itu pikiran saya kemudian teringat adegan Film Wall E, film yang menceritakan tentang sebuah robot yang bertugas membersihkan bumi dari kotoran yang menumpuk itu, yang telah dilupakan selama lebih dari tujuh generasi atau sekitar 700 tahun.

Salah satu adegan di film itu menceritakan saat sang pilot pesawat yang dipakai untuk menampung manusia saat diungsikan, menunggu bumi kembali bisa dihuni, memiliki keinginan untuk kembali ke bumi karena telah ditemukan tumbuhan yang bisa hidup di bumi, dia di cegah oleh Auto Pilot yang bentuknya seperti Roda kemudi kapal itu, singkat cerita sang pilot manusia sadar bahwa selama ini dia hanya dijadikan symbol oleh Auto Pilot, bukan cuma dia semua Pilot terahulu juga demikian, kesadaran itu muncul saat sang pilot manusia melihat gambar Auto Pilot yang selalu muncul sebagai background foto-foto Pilot sebelumnya. dari kesadaran ini lah timbul tekat untuk melawan Auto Pilot dan akhirnya berhasil.

Auto Pilot Wall-e & Eve

Auto Pilot Wall-e & Eve

Dari adegan film wall E itu bisa di tarik benang merah (diluar factor promosi), bahwa sesungguhnya calon legislative yang akan memegang kendali Indonesia itu masih dikendalikan oleh tokoh-tokoh masa lalu yang nyata-nyata belum memperlihatkan hasil yang memuaskan dalam mengelola Indonesia selama lebih dari 60 tahun itu, tokoh-tokoh yang baru, belum berani memunculkan wacana baru pembangunan bangsa, padahal perkembangan dunia yang begitu cepat memerlukan langkah dinamis untuk mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa..

Kalau kita merunut film Wall E, sekedar berandai-andai maka 650 tahun lagi Indonesia mendapat pilot yang berani mendobrak sekat masa lalu, wuiih lamanya.. 650 tahun sudah kiamat belum ya….?