Posts Tagged ‘kompas’


TENTANG TULISAN ULIL (Jaringan Islam Liberal) di kompas 18 November 2001

Kalau membaca kajian Ulil ini emang parah! meskipun tidak perlu di bom, karena islam itu “rahmatan lil alamin”, lebih tegas lagi “lakum dinakum waliadin” dia hanya perlu di ajak debat saja..

Intinya kata ulil, islam itu perlu di sesuaikan dengan kondisi budaya, ah bodohnya dia!, harusnya dia berfikir sebagai orang islam, bahwa ajaran islam melalui Al Qur’an adalah ilmu Allah yang Maha Tahu, sedangkan ilmu manusia itu dangkal, padahal Islam itu logic, dan bagi orang yang belum bisa menemukan logika dalam islam maka dia harus terus belajar “Iqra” seperti yang Allah minta dalam ayat surat pertama yang di turunkan dalam Alqur’an, pasti mereka akan menemukannya.

(lebih…)


KERJA KERAS, KEBERUNTUNGAN ATAU TAKDIR

Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 1 Mei 2009 saya menonton acara Kick Andy yang di asuh oleh bang Andi F Noya tentang orang-orang yang sukses dengan dunia yang di gemari, sebagai contoh orang yang suka maenin botol (bartender) bisa keliling dunia hanya untuk maen botol. Atau seorang scater yang hidup cuman main papan luncur bisa punya rumah & mobil dari perusahaan yang menjadikan dia image dari produknya, bahkan juga bisa keliling dunia, sampai menjadi juara dua se kejuaraan se Asia Pasifik. Atau pemain yoyo yang dapat job ngedesain yoyo karena keahliannya memainkan yoyo bahkan pernah main yoyo 30 detik dibayar 10 juta. Atau tukang gambar cript film dan iklan yang taripnya setiap 30 detik seharga Rp. 1,8 juta.

(lebih…)


MASALAH POLITIK UANG

(Fatal Kalau Sampai Dilupakan Mahkamah Konstitusi)

Mencermati paragraph terakhir opini Aurelius Teluma di harian Kompas, 30 Desember 2008 dengan judul “Menakar Kapasitas Keterwakilan Caleg” yang intinya menyatakan bahwa “dalam memilih calon Legislatif, kita harus mendengar suara tuhan melalui hati nurani”, saya setuju dengan pendapat ini namun hati saya gamang bahwa hasil pemilu tahun 2009 ini atau pemilu selanjutnya merupakan hasil dari pilihan hati nurani Bangsa Indonesia.

(lebih…)


LEMBAGA SERTIFIKASI CALEG (dipaksa PARODI)

Sebuah Peluang Bisnis Baru

Kalau membaca koran harian Kompas tanggal 14 Desember 2008 halaman 17 & 18 ditambah dengan melihat ilustrasi komiknya SM Sudarta, terlintas di fikiran saya sebuah peluang bisnis baru yaitu LEMBAGA SERTIFIKASI CALEG, ya semacam ISO, ICSA, Lembaga Akreditasi Nasional, atau level kecilnya Ijazah Tukang Pijit Tuna Netra.

(lebih…)


JADILAH DIRI SENDIRI…

Ku tulis ini untuk memotivasi diri saya sendiri dan mungkin berguna untuk orang-orang yang sedang mencari jati diri…

Aku ingat waktu pertama kali berani menampilkan puisiku ke publik, atau sekedar mengirimkan puisi-puisiku ke beberapa teman itu terjadi di awal tahun 2007, padahal aku sudah menulis puisiku di tahun 2004 ya puisi “Telaga Biru” itu yang pertama aku buat, dulu rentan waktu 2004 sampai akhir 2006 aku sama sekali tidak berani menampilkan puisi-puisiku, karena beranggapan bahwa puisiku jelek dan tidak pantas dibaca orang lain apalagi hampir semua puisiku bernada sedih atau bernuansa kesedihan, hingga aku menjuluki aliran puisiku sebagai aliran puisi Eksploitasi Hati, karena memang semua hadir sebagai cerminan kegelisahan hati..

Sampai akhirnya aku ketemu dengan seorang teman yang hobi juga bikin puisi, lalu aku bilang bahwa aku juga punya beberapa puisi, lalu dia minta aku membacakannya, langsung aku tolak mentah-mentah, karena alasan diatas tadi tentunya, lalu dia bilang seorang seniman tidak akan pernah peduli untuk menampilkan karyannya biarpun itu jelek menurut orang, di dunia ini ada ratusan ragam orang kata dia, mungkin diantara ratusan itu ada satu saja tipe orang yang suka, biar satu itu yang menikmati yang lain terserah, sebagai orang beragama menyenangkan satu orang tetep berpahala, tidak mungkin kita bisa menyenangkan semua orang sekaligus “ngoyoworo”

Dia kemudian memberikan ilustrasi, ingat seorang seniman instalasi di Bandung yang karyanya waktu di pajang di depan rumahnya dibuang oleh satpol PP, karena dikira sampah, Satpol PP mungkin menganggap itu sampah tapi kemudian banyak orang yang simpati pada seniman itu bahkan beritanya menjadi berita nasional, kompas membahasnya beberapa minggu, orang-orang mengecam Satpol PP yang akhirnya meminta maaf..

Begitulah seharunya kita, kita harus menjadi diri sendiri, persetan orang bicara apa kalau kita selalu takut pada bayang-bayang orang lain, kita tak akan beranjak kemana-mana, sederhananya, ada si-A bilang ke utara Si-B bilang ke selatan, kita ikut siapa? Apa mungkin tubuh kita belah jadi dua satu kita minta ke utara satu ke selatan, tidak mungkin. Kalau Si-A bilang ke utara dan Si-B bilang ke selatan lalu hati kita bilang ke timur, jalan aja kita ke timur, di timur mungkin kita akan ketemu si-C yang sudah lama menunggu kita dan menyiapkan rangkaian bunga aloha, menghafal nyanyian “Marhaban ya Nurul Ain” atau sudah menyiapkan sajak-sajak cintanya untuk kita…

Dari kata-kata temanku tadi baru muncul keberanian untuk menampilkan puisi dan tulisan saya yang awalnya hanya ngendon di buku Catatan Harian.. lalu aku tampilkan di Friendster bulletin, Friendster Blog dan akhirnya keranjingan Blognya WordPress ini, dan ternyata benarjuga ada yang memuji meski tidak banyak , termasuk Boss Yella lho.. makasih ya boss…

Satu bukti lagi saat aku menampilkan widget baru “how’s among us” yang bisa menampilkan berapa orang yang sedang membaca blog kita dan dari mana asalnya. Di hari pertama, muncul satu orang dari Amerika tepatnya South Portland, Maine, United States, awalnya aku fikir orang ini nyasar, buka trus kemudian ditutup lagi karena aku pakai bahasa Indonesia, tapi beberapa tag aku kasih bahasa inggris. Lha mungkin dia nyasar waktu searching ketemu blog aku. Tapi ternyata aku perhatiin kok Online-nya lama juga, dan aku perhatiin yang di baca satu artikel saja “ Parodi Anjing Si tuan Polan” karena di widget ini juga bisa menampilkan orang sedang baca artikel tentang apa diblog kita, aku seneng sekali dengan hal ini mungkin ini orang Amrik yang bisa bahasa Indonesia atau orang Indonesai yang sedang tinggal di Amrik sono…

Inti dari tulisan saya diatas adalah, jadilah diri sendiri dan biarkan orang yang suka dengan kepribadian anda, menemukan anda..

Semacam kalau anda mau mengajak teman untuk mancing ikan pilih teman yang suka mancing juga jangan ajak orang yang suka shoping bisa-bisa baru 15 menit naruh joran dia sudah ngajakin pulang, nggak serukan…!!

Jadi siapapun diri anda, seperti apapun diri anda, berapa banyak kekurangan yang ada pada diri anda, jangan pedulikan, gali potensi dari sisi lain kehidupan anda, karena saya yakin semua manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing explore kelebihan yang anda miliki, tunjukan pada khalayak dan tunggu sampai orang menemukan kita…

Sebagai penutup saya beri tiga ilustrasi,

  1. Saya pernah lihat di TV seorang pelukis yang melukis menggunakan kaki karena tidak punya tangan , dan lukisannnya laku…
  2. Saya juga pernah lihat di TV seorang pemain ketoprak yang juga tidak memiliki tangan karena di amputasi, bisa hidup bahagia, berperan sebagai prajurit yang berperang.
  3. Mungkin anda juga pernah lihat di acara kick Andi orang yang kakinya diamputasi dan akhirnya membuat usaha kaki palsu dan banyak menolong orang yang senasip secara cuma-cuma, dia jadi bos, dan karyawannya orang normal..

Begitulah diri kita seharusnya “be your self..”