Posts Tagged ‘santri’


telah di posting di <suklowor.blogspot.com> tanggal 3 September 2008

SUKLOWOR, APA ARTINYA?

Ada seorang teman yang menanyakan kepada ku, kenapa aku begitu bangga dengan nama julukanku “SUKLOWOR” sampai-sampai email suklowor@yahoo.com Blog suklowor@wordpress.com, puisipun bertulis Eko “Suklowor” Wibowo bahkan Helm di tempeli stiker “Suklowor”? Bukankan suklowor itu terkesan negative?

Memang sih dalam difinisi orang jawa istilah klowor memiliki definisi cukup negative, minimal ada 2 idiom negative tentang suklowor tersebut. Yaitu:

  • Klowor itu mengesankan orang pemalas, suka tidur, lambat dll.. maka muncul istilah “Orang kok klowar-klowor”
  • Klowor juga mengesankan pada pakaian yang sudah usang, maka muncul istilah katok (celana) klowor.

Tapi banyak orang yang lupa ada satu definisi lain tentang istilah klowor, yaitu Klowor adalah satu budaya (kebiasaan) dikalangan pesantren tradisional yang mereka sama sekali tidak mementingkan penampilan, lihatlah kadang kopyah hitam sudah berubah warna jadi merah karena kebanyakan dipakai (mungkin punyanya cuma satu), Baju koko putih polos sudah berubah abu-abu dengan tambahan motif jamur, sarung sudah ngeper (mengkerut bagian ujung), sandal slen (beda sebelah)…

Tapi ingat dibalik itu semua ternyata didalam diri para santri klowor tersebut tersimpan cahaya yang sangat cemerlang, cahaya ketakwaan, cahaya keimanan yang jauh melebihi kita, orang yang biasa berkoar tentang islam-islam-islam, tapi hati, tingkah laku jauh dari islam. Baca Al Qur’an cuman sekedar di bibir, sholat hanya karena ingin di puji orang, dll.

Saya ingin memiliki jiwa seperti mereka para santri klowor, yang hampir tidak memperdulikan urusan duniawi, dan selalu mementingkan urusan ukhrowi, tidak peduli kata orang lain yang dia pedulikan hanya Allah tuhannya..

Saya masih jauh dari apa yang saya inginkan tersebut, tapi harapan saya dengan menggunakan nama “SUKLOWOR”, bisa mengingatkan saya setiap saat tentang keinginan saya di atas..

Trimakasih, dan mohon do’anya…!